Thailand Laporkan Kasus Pertama Subvarian Delta AY.4.2

26 Oktober 2021 12:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penampakan varian Corona Delta terungkap. Foto: Dok. Jason Roberts/VIDRL - Doherty Institute, 2021
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan varian Corona Delta terungkap. Foto: Dok. Jason Roberts/VIDRL - Doherty Institute, 2021
ADVERTISEMENT
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengumumkan penemuan kasus penularan lokal pertama dari subvarian Delta AY.4.2, atau Delta Plus.
ADVERTISEMENT
Penemuan ini dilaporkan oleh Direktur Divisi Risiko Penyakit dan Pengendalian Penyakit di kementerian, Dr Chawetsan Namwat, dalam jumpa pers pada Selasa (26/10).
Dikutip dari Asia News Network, varian ini ditemukan pada pria berusia 49 tahun yang bekerja di area Distrik Bang Sai, Ayutthaya, Thailand. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan di wilayah risiko atau ke luar negeri.
Kasus subvarian Delta ini menjadi kasus pertama dan satu-satunya di Thailand. Dr Chawetsan menambahkan, sampel pasien ini dikirim ke Institut Penelitian Ilmu Kesehatan Pasukan Bersenjata, untuk dilakukan genome sequencing.
Ia mengatakan, pasien itu sekarang sudah pulih sepenuhnya. Tidak ada lagi kasus baru AY.2.4 yang ditemukan.
Petugas kesehatan melakukan tes usap hidung di Bangkok, Thailand. Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
Sebelumnya, ketika kasus ini pertama kali ditemukan, pemeriksaan COVID-19 secara acak langsung dilakukan untuk mendeteksi virus corona ini.
ADVERTISEMENT
Departemen Ilmu Kesehatan kementerian ini akan menyelenggarakan konferensi pers mengenai AY.4.2 pada Selasa (26/10) ini.
“Yang menjadi kekhawatiran soal varian ini adalah, virus ini mungkin sedikit lebih menular dibandingkan varian Delta,” ujar dia.
Infografik Waspada Varian Delta AY.4.2. Foto: kumparan
Varian Delta sendiri sudah sangat menular. Virus yang pertama kali ditemukan di India ini menjadi penyebab lonjakan kasus di banyak negara. Bahkan, varian Delta masih mendominasi di banyak negara.
Kini, subvarian Delta atau Delta Plus ini dikabarkan sudah tersebar di 42 negara dunia. Inggris menjadi negara tempat penyebaran terbanyak.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat (22/10) mengatakan, varian ini diklasifikasikan sebagai “varian yang sedang diselidiki", namun belum menjadi "varian yang mengkhawatirkan."
---
Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT