Thaksin Shinawatra Didakwa Lese-Majeste, Terancam 15 Tahun Penjara
·waktu baca 2 menit

Polisi Thailand mendakwa eks Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dengan lese-majeste, atas komentarnya sedekade lalu. Meski demikian, belum diketahui apakah kasus itu akan disidang atau tidak.
Thailand adalah negara dengan aturan penghinaan kerajaan atau lese-majeste terketat di dunia. Lewat aturan itu keluarga kerajaan Thailand yang dipimpin Raja Mahavajiralongkorn terlindungi secara utuh.
Siapa saja terbukti menghina Raja dan keluarga Kerajaan Thailand akan dijatuhi hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Sementara itu, Thaksin yang pernah dua kali jadi PM baru saja kembali dari pengasingan pada Agustus 2023. Ia kemudian langsung dipenjara akibat dakwaan suap dan penyalahgunaan kekuasaan.
Pria 74 tahun itu sempat dirawat di rumah sakit kepolisian. Thaksin juga sudah dua kali menjalani operasi.
Juru bicara kantor kejaksaan Thailand, Prayuth Pecharakun, mengatakan polisi telah mendaftarkan dakwaan terhadap Thaksin. Thaksin diduga menghina Kerajaan Thailand saat berada di Seoul 2015 lalu.
"Kejaksaan akan menunggu polisi menyelesaikan investigasi sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan kasus terhadap Thaksin," kata Prayuth seperti dikutip dari AFP.
"Thaksin menolak semua dakwaan dan menulis surat kepada kejaksaan agar diperlakukan adil," sambung dia.
Thaksin sampai sekarang masih menjadi sosok populer di Thailand. Basis pendukung Thaksin ada di wilayah terpencil.
Meski didukung jutaan warga, Thaksin dianggap saingan oleh royalis kerajaan dan kelompok pro-militer. Mereka berkuasa selama dua dekade di Thailand dan penyebab Thaksin hidup di pengasingan.
