Tidak Senang atas Sikap Anti-Israel dari Rusia, Netanyahu Telepon Putin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memberikan keterangan terkait hasil pemilihan umum Israel di markas partai Likud di Yerusalem,Israel, Rabu (24/3). Foto: Ronen Zvulun/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memberikan keterangan terkait hasil pemilihan umum Israel di markas partai Likud di Yerusalem,Israel, Rabu (24/3). Foto: Ronen Zvulun/REUTERS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (16/12). Netanyahu mengaku tidak senang atas posisi anti-Israel yang diambil Rusia di PBB.

Rusia mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB meminta gencatan senjata. Namun, resolusi tersebut diveto AS pada Jumat (8/12).

"Negara mana pun yang dihantam serangan teroris kriminal seperti yang terjadi di Israel akan bereaksi kurang lebih seperti yang digunakan Israel," kata Netanyahu kepada Putin seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan sejumlah pemimpin Afrika. Foto: SPUTNIK via REUTERS

Merespons Netanyahu, Kremlin menegaskan akan mengirim segala bentuk bantuan untuk membantu mengurangi penderitaan warga sipil dan mengurangi konflik.

"Vladimir Putin kembali menegaskan posisi dasar menolak dan mengutuk segala bentuk terorisme," ujar Kremlin seperti dikutip dari Reuters.

"Pada saat bersamaan, sangat penting saat melawan ancaman terorisme tidak menyebabkan konsekuensi serius bagi warga sipil," sambung mereka.

Pada Minggu (10/12) Kemlu mengatakan misi internasional harus ada di Gaza, demi memonitor situasi kemanusiaan.