News
·
13 April 2021 15:28

Tifatul Prihatin Ristek dan Kemdikbud Dilebur: Kementerian Saja Kurang Terurus

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tifatul Prihatin Ristek dan Kemdikbud Dilebur: Kementerian Saja Kurang Terurus (227626)
Tifatul Sembiring Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Anggota komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring, menanggapi soal penggabungan Kemenristek dengan Kemendikbud. Ia mengaku prihatin dengan keputusan ini.
ADVERTISEMENT
Tifatul yang selama ini berada di komisi yang bermitra dengan Kemenristek menjelaskan kekhawatirannya bahwa program kerja Kemenristek tidak akan berjalan maksimal.
"Jadi itu saja saya sangat prihatin itu digabungkan pada Kemendikbud, dan saya khawatir jadi kementerian saja kurang terurus apalagi kalau sekelas dirjen gitu," kata Tifatul, Selasa (13/4).
Sejauh ini Tifatul mengatakan Kemenristek sudah memberikan harapan terkait pengembangan riset dan inovasi di Indonesia. Namun ketika itu dilebur ke Kemendikbud, ia meragukan kinerja dari perkembangan riset di dalam negeri.
"Sebetulnya kita dibentuknya Kemenristek itu ada harapanlah ada BRIN juga sehingga lebih diperhatikan dan anggarannya dinaikkan," ucap Tifatul.
"Tapi kalau dia kembali sub dari suatu kementerian katakanlah Kemendikbud tentu ada under pressure lagi itu baik dari sisi kebijakan dan anggaran. Padahal semuanya ini kan bermula dari inovasi," tambahnya.
Tifatul Prihatin Ristek dan Kemdikbud Dilebur: Kementerian Saja Kurang Terurus (227627)
Seorang peneliti mempersiapkan sel Badak Sumatera untuk penelitian di laboratorium di International Islamic University, di Kuantan, Malaysia Internasional, di Kuantan, Malaysia. Foto: Lim Huey Teng/Reuters
Tifatul yang juga Ketua Fraksi PKS di MPR RI ini menegaskan, keputusan peleburan ini tak diketahuinya sebelumnya. Hanya saja, secara mendadak sudah ada surat ke DPR dan kemudian disahkan dalam paripurna, Jumat (9/4).
ADVERTISEMENT
"Enggak tahu kita. Itu sudah suratnya kepada pimpinan dan pimpinan itu bicarakan di Bamus dan mayoritas setuju diketoklah. Koalisi kan mayoritas," jelasnya.
Sebelumnya Presiden Jokowi melakukan sejumlah perubahan nomenklatur kementerian. Selain Kemenristek yang digabung dengan Kemendikbud juga ada Kementerian baru yaitu Kementerian Investasi.