Tiga Butir Pemikiran Jokowi untuk PBB

Presiden Jokowi untuk pertama kalinya selama memimpin Indonesia menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-75 pada Rabu (23/9). SU PBB diadakan secara virtual menyusul pandemi corona yang belum melandai.
Dalam pidatonya yang telah direkam sebelumnya (taping), Jokowi meminta PBB memperbaiki diri. Sebab, situasi dunia saat ini penuh tantangan seperti pandemi virus corona dan persaingan antar negara.
Oleh sebab itu, Jokowi menyumbangkan tiga butir pemikirannya kepada PBB.
"Yang pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi dan efisiensi," kata Jokowi dalam bahasa Indonesia.
"PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralism delivers, termasuk pada saat terjadinya krisis," kata dia.
Pemikiran kedua, Jokowi mendorong agar kepemimpinan global diperkuat. Walau setiap negara punya kepentingan nasional, tapi kepentingan dunia tak boleh dilupakan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk kontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia," ujar Jokowi.
"Di sinilah dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership," ucap dia.
Sementara yang ketiga atau terakhir, Jokowi meminta kerja sama penanganan pandemi virus corona antarnegara diperkuat.
"Ketiga, kerja sama dalam penanganan COVID-19 harus kita perkuat, baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya," tutur Jokowi.
