Tim Ahok: Habib Novel Mestinya Koreksi 'Fitsa Hats' Jika Salah Ketik

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mempermasalahkan penulisan tempat bekerja saksi Habib Novel Bamukmin di 'Pizza Hut' menjadi 'Fitsa Hats' dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Penulisan itu dianggap Ahok disengaja. Lalu bergulir di media sosial menjadi polemik yang salah satunya mempertanyakan polisi sebagai pengetik BAP milik Habib Novel. Namun kuasa hukum Ahok menilai kesalahan ada pada Novel.
"Sebelum (BAP) ditandatangani kan disuruh baca dulu sama penyidik, betul kan? Waktu dibaca kan kita bisa dilihat, atau orang yang bersangkutan atau si Novel sendiri. Mana ada kerja di Pizza Hut tulisannya seperti itu? Betul kan?" ucap kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta, Rabu (4/1).
Humphrey menilai Novel malu mengakui pernah bekerja di gerai makanan cepat saji asal Amerika Serikat tersebut. Karena jika memang salah, mestinya dikoreksi oleh Novel sebelum ditandatangani.
"Itu bisa aja kesalahan ketik, tetapi kita tentu bisa melihat background dari orang ini. Orang ini kan orang garis keras, anti Amerika. Gimana dia bisa menceritakan latar belakanganya dia kerja di Pizza Hut yang boleh dibilang kaya McDonald's itu punya Amerika. Satu hal yang memalukan untuk diri dia, kita punya dugaan," bebernya.
"Ini menunjukkan saksi ini saksi yang tidak jujur," imbuhnya.
Sementara Habib Novel yang dihubungi sejak pagi belum memberikan respon atas masalah ini.
