Tim AMIN Jatim Minta Zulhas Segera Meminta Maaf dan Belajar dari Kasus Ahok
·waktu baca 2 menit

Komandan Tim pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Jawa Timur, KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam meminta Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan segera meminta maaf.
Dia juga menyayangkan pernyataan salah satu ketua partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Menurut kiai yang juga paman dari Cawapres Muhaimin Iskandar, seharusnya kontestasi politik itu dibuat dengan gembira dan proporsional.
“Ini kan sebenarnya bagian dari proses yang rutin berjalan lima tahun sekali. Jangan sampai mencederai ritual-ritual agama yang sebenarnya kita hormati bersama,” ujar Gus Salam, Rabu, (20/12)
Zulhas, menurut Gus Salam, adalah figur pemimpin partai berbasis Islam. Pria yang masih cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengembalikan kepada Zulhas terkait pernyataannya yang mengaitkan politik dengan ritual agama.
“Mestinya segera minta maaf khususnya kepada umat Islam setelah dia (Zulhas) menyampaikan pernyataan yang tidak perlu dan membuat gaduh di masyarakat. Agar eskalasi politik yang terjadi tidak mengarah pada sesuatu yang bisa membuat orang saling mencaci maki dan menghina,” ujarnya.
Gus Salam melihat dengan meminta maaf, Zulhas diharap bisa menjaga situasi kondusif dan mampu menjaga keragaman di masyarakat. Dia meminta ke depan segenap figur politik tidak berlebihan dalam mengkampanyekan pasangan calon yang didukung.
“Kalau ada yang melakukan hal negatif karena ini negara hukum semua punya hak dan kewajiban. Kita punya hak dan kewajiban itu secara proporsional,” tuturnya.
Zulhas menurut Gus Salam seharusnya belajar dari pengalaman insiden bekas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Pernyataan Zulhas yang diduga menodai agama Islam terkait bacaan surat Al Fatihah dan tahiyatul akhir dalam acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada Selasa, 19 Desember 2023.
Dalam tayangan video, dia mencoba menghibur peserta acara dengan mengatakan
“Saking cintanya kepada Prabowo Subianto, ada jemaah yang menggunakan dua jari saat tahiyatul akhir, karena berdasarkan nomor urut. Bahkan ketika imam usai membacakan Al Fatihah suasana bisa jadi diam.”
(IK)
