Tim DVI Buka Pos Ante-Mortem di Pelabuhan Benteng, Identifikasi Korban KM Nurul

Tim DVI Biddokes Polda Sulsel mendirikan pos Ante-Mortem di area terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Selayar. Pos pengumpulan data diri korban ini bertujuan mengidentifikasi korban KM Nurul Salsa, kapal yang tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Operasi DVI ini dilaksanakan selama sepekan dimulai hari ini, Sabtu (18/7). Selain pos DVI di area pelabuhan, polisi juga membangun pos di RSUD KH Hayyung Selayar.
Ketua Tim DVI Biddokes Polda Sulsel, Kompol Abdul Rahman mengatakan, pembentukan Pos Ante Mortem bagian prosedur standar dalam penanganan kecelakaan massal untuk menyiapkan data pembanding apabila proses identifikasi korban diperlukan.
"Untuk mempermudah identifikasi para korban kapal KM Nurul Salsa yang ditemukan nantinya," kata Abdul Rahman dalam keterangannya, Jumat (18/7).
Ia menjelaskan, tim DVI tengah mengumpulkan data Ante Mortem dari keluarga korban sebagai langkah antisipasi. Data itu meliputi identitas, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari, hingga informasi lain yang dapat membantu proses identifikasi.
Data ini, lanjut dia, akan menjadi pembanding dalam proses pencarian ditemukan korban yang memerlukan identifikasi.
"Kami mengharapkan kerja sama seluruh keluarga korban untuk datang ke Posko Ante-Mortem dan memberikan data diri anggota keluarganya. Semakin lengkap data yang kami peroleh, maka proses identifikasi nantinya akan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat apabila dibutuhkan,” harapnya.
Terpisah, Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Biddokkes Polda Sulsel yang telah mengirimkan Tim DVI untuk mendukung operasi kemanusiaan.
“Kehadiran Tim DVI merupakan kesiapsiagaan yang sangat penting dalam mendukung operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung," kata Didid.
Kapolres juga mengajak keluarga korban untuk memanfaatkan keberadaan Posko Ante Mortem dengan memberikan data yang diperlukan Tim DVI.
Tim SAR Perluas Area Pencarian
Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa. Pencarian hari ke-4 ini, SAR memperluas area pencarian menjadi 408 nautical mile persegi (nm²).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pergerakan arus, angin, serta kemungkinan hanyutnya para korban dan penemuan life jacket.
"Pada hari keempat ini kami memperluas area pencarian menjadi 448 nautical mile persegi," kata Arif terpisah.
Ia menjelaskan, operasi SAR melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait.
Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalan, menyisir sektor pertama seluas 140 nm² sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara, untuk SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua dengan luas 308 nm², mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar," harapnya.
Diketahui, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang di antaranya berhasil ditemukan selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
