Tim DVI Identifikasi Jenazah Perempuan Korban Pesawat ATR: Florencia Lolita

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Florencia Lolita Wibisono, salah satu kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Florencia Lolita Wibisono, salah satu kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Tim DVI gabungan telah mengidentifikasi satu mayat perempuan yang menjadi korban pesawat ATR 42-500, yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.

Mayat perempuan yang diketahui sebagai korban kedua yang ditemukan pada Senin (19/1) lalu tersebut bernama Florencia Lolita Wibisono. Florencia diketahui merupakan pramugari pesawat ATR 42-500.

Kabid dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan, tim DVI telah melakukan pemeriksaan terhadap mayat yang diserahkan pada Selasa (20/1) malam.

"Sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya sudah keluar. Mayat bernama Florencia Lolita Wibisono," kata Muhammad Haris saat jumpa pers di Pangkep, Rabu (21/1).

Florencia Lolita Wibisono, salah satu kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Ia menjelaskan, jenazah perempuan dengan nomor postmortem 62B.01, cocok dan berkesesuaian dengan antemortem nomor AM004. Dan dari pemeriksaan sidik jari data gigi properti dan ciri medis, menunjukkan jenazah adalah Florencia.

"Jadi, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan umur 33 tahun, dengan alamat Pulogadung, Jakarta Timur," tegas dia.

Sejumlah nametag milik kru pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono yang ditemukan oleh Tim SAR, Senin (19/1/2026). Foto: Dok. Basarnas

Untuk diketahui, korban pertama berjenis kelamin laki-laki, juga telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Kota Makassar, pada Rabu (21/1) pagi.

Korban pertama ini dievakuasi menggunakan helikopter milik Basarnas dari Desa Lampeso ke Lanud Sultan Hasanuddin. Sementara jasad korban laki-laki ini masih dilakukan pemeriksaan postmortem untuk proses identifikasi.