kumparan
27 Mar 2019 15:38 WIB

Tim Jaguar Depok: Rumah Kosong Jangan Dijadikan Ritual Tak Benar

Sejumlah barang-barang yang ada di dalam rumah kosong di Depok, tempat ditemukannya jalangkung oleh Tim Jaguar, Polres Depok. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Tim Jaguar Polres Depok melakukan penggerebekan di sebuah rumah kosong di Jalan Tole Iskandar, RT 01 RW 19, Depok, Jawa Barat. Penggerebekan dilakukan karena ada seorang warga yang melaporkan mendengar suara perempuan minta tolong di rumah kosong tersebut.
ADVERTISEMENT
Usai dilakukan penggerebekan, tidak ditemukan adanya siapa pun di rumah tersebut. Tim Jaguar justru menemukan sejumlah alat-alat yang diduga digunakan untuk melakukan praktik ritual santet.
"Setelah kami periksa ruangan per ruangan, kami temukan jelangkung, dupa, botol dengan isi kayu bambu yang dibalut benang. Katanya itu untuk menyantet orang. Nah, dugaan kami, ada yang memanfaatkan angkernya rumah ini untuk ritual aneh. Gunanya untuk mencari keuntungan," beber Komandan Tim Jaguar Polres Depok Iptu Winam Agus.
"Malam itu orangnya kita tidak temukan," kata Winam, yang memposting temuan Tim Jaguar di Instagramnya.
Rumah kosong di Depok, tempat ditemukannya jalangkung oleh Tim Jaguar, Polres Depok. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Atas temuan tersebut, Winam mengimbau agar rumah kosong tak digunakan sebagai tempat-tempat seperti itu. Ia pun menyebut bila bertemu dengan pelaku, akan mengarahkan bahwa apa yang dilakukannya tak baik.
ADVERTISEMENT
"Ya apa yang dia lakukan itu tidak baik menurut sisi agama dan sisi sosial," kata Winam saat dihubungi, Rabu (27/3).
Pantauan kumparan, saat ini boneka jelangkung sudah tak berada di rumah tersebut. Menurut warga, rumah kosong tersebut sudah mulai dibersihkan oleh pemiliknya.
Kondisi depan rumah kosong di Depok, tempat ditemukannya jalangkung oleh Tim Jaguar, Polres Depok. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Pada Rabu (27/3) pagi, petugas keamanan dan warga sekitar juga telah memergoki pria yang diduga menjadikan rumah itu tempat ritual. Pria tersebut terlihat bingung dan tak jelas dalam menjawab pertanyaan dari warga. Kepada pria itu, warga meminta untuk pergi dan tak kembali lagi ke rumah itu.
"Saya enggak tahu arah bicaranya ke mana mana, yang penting saya usir tadi, jangan di situ-situ lagi. Karena ini bikin resah masyarakat," ujar Hendra, kepala satpam pabrik plastik yang berada di dekat rumah kosong tersebut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan