Tim Kedokteran USK Pastikan Hewan untuk Kurban di Aceh Bebas PMK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memeriksa kesehatan ternak sapi di Lambaro, Aceh, Kamis (7/7/2022). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa kesehatan ternak sapi di Lambaro, Aceh, Kamis (7/7/2022). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Tim kedokteran dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK) memastikan hewan kurban yang akan disembelih untuk hari Raya Idul Adha di Aceh bebas dari virus PMK.

Dekan FKH drh Teuku Reza Ferasyi mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kehalalan, serta keamanan kesehatan hewan kurban.

Tim Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Kurban (SPPHK) tahun 2022 itu bertugas di 27 desa, tepatnya di 40 titik dalam kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh.

“Tim SPPHK resmi bertugas sejak 7-13 Juli 2022. Tetapi mereka sudah melakukan persiapan serta memulai tugas selama sebulan terakhir,” kata Teuku dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/7).

Tradisi meugang Idul Adha Aceh Foto: Antara/Rahmad

Sementara itu Rektor USK Prof Dr Marwan mengatakan, kehadiran tim SPPHK USK bisa menjadi solusi dalam penanggulangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan sedang marak.

Kehadiran USK semoga bisa menjadi solusi, sebab di Aceh saat ini menurut laporan yang ada, level PMK terbilang parah.

-Prof Dr Marwan

Terkait situasi saat ini, Marwan menilai perlunya edukasi dan ketenangan untuk menanggulangi PMK. USK sudah memiliki satgas pengendalian PMK dan telah bergerak lewat kunjungan ke desa-desa dengan membawa obat serta memberikan edukasi.

"Pelaksanaan kurban pada Idul Fitri tahun 2022 punya tantangan tersendiri karena PMK. Karenanya USK lewat SPPHK ingin berbuat agar ibadah kurban berlangsung dengan baik dan hewan yang disembelih sesuai dengan prosedur yang ada. Terpenting ialah memastikan kesehatan hewan," pungkasnya.