Tim Kreatif Parade Tema Satanis di Karnaval Pekalongan Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Setanis. Foto: Raland/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Setanis. Foto: Raland/Shutterstock

Tim kreatif peserta bernuansa satanis dalam parade Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia membantah pertunjukan itu merupakan ritual satanis.

"Untuk tema yang ramai saat ini, kami dari perwakilan tim meminta maaf. Kami menyesal karena kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atas performa kami di atas panggung maupun di depan panggung," ucap tim kreatif peserta karnaval bernuansa satanis M Khalid, Senin (14/9).

Khalid mengatakan, kostum itu ia sewa dari tempat penyewaan kostum di Malang karena unik. Ia lalu meniru ide tersebut.

"Ide itu dari kita melihat kostum unik, lalu kita sewa dan kita tiru idenya. Kita menyewanya dari Malang," jelas dia.

Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo

Kemudian, lanjut dia, koreografi yang ditampilkan di parade tersebut terinspirasi dari tayangan di YouTube yang kemudian digabungkan menjadi satu.

"Gerakannya kita latihan dengan teman-teman. Referensinya kita melihat dari YouTube, dari performa di berbagai karnaval di daerah Malang, daerah Magelang, dan sebagainya. Kita gabungkan menjadi satu," imbuh dia.

Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo

Terkait penyembelihan kambing, Khalid menegaskan itu tidak berkaitan dengan ritual apa pun. Kambing itu disembelih untuk dimakan selesai acara bersama-sama.

"Untuk kambing itu memang dari kami ada rencana menyembelih kambing untuk acara rahatan bersama setelah acara selesai. Tidak ada maksud ritual apa pun. Kita tidak tahu soal itu. Untuk penyembelihan kambing itu murni untuk kita rahatan bersama setelah acara," tegas dia.

instagram embed

Untuk itu, ia membantah pertunjukan kontingen warga Gg 1 Simbang Kulon itu berkaitan dengan ritual satanis. Persiapan pertunjukan itu pun dilakukan satu minggu sebelum tampil.

"Kalau awalnya kita tidak tahu mengenai apa itu ritual satanis. Kita hanya melihat apa yang menurut kita unik dari festival lain, lalu kita sewa dan kita adaptasi di sini," kata dia.