Tim Labfor Selidiki Tewasnya 4 Orang Dalam Kapal Tongkang di Semarang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Empat orang laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu, (28/7) sekitar pukul 22.00. Foto: Dok. Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Empat orang laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu, (28/7) sekitar pukul 22.00. Foto: Dok. Basarnas

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri cabang Semarang dan Inafis mendatangi kapal tongkang 'Zulkifli 2' yang berada di Dok perkapalan Kodja Bahari, Jalan Asahan nomor 3 pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Tim Labfor melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya 4 pekerja kapal itu, untuk mengetahui penyebab dan kandungan gas yang diduga meracuni para korban. Petugas mengambil sampel genangan air dalam kapal melalui lubang palka yang diameternya hanya 45 centimeter itu.

Kepala Kepolisian Tanjung Emas (KPTE) Semarang, AKP Samsu Wirman mengatakan, saat ini kepolisian lewat tim Labfor masih mendalami terkait kandungan gas dan air yang menjadi tempat kejadian perkara.

Empat orang laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu, (28/7) sekitar pukul 22.00. Foto: Dok. Basarnas

"Labfor meneliti ada gas apa di dalam sana," kata Samsu di lokasi, Senin (29/7).

Dalam olah TKP tersebut, fakta lain juga ditemukan. Para pekerja yang tewas, belum melakukan proses perbaikan kapal. Mereka, baru mengecek kondisi kapal yang sudah ada di lokasi tersebut sekitaran 3 tahun.

"Infonya baru akan diperbaiki. Kapal ini sudah ada sekitar 2 atau 3 tahun, tahun 2017," kata Samsu.

Empat orang laki-laki ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu, (28/7) sekitar pukul 22.00. Foto: Dok. Basarnas

Sebelumnya diberitakan 4 pekerja kapal ditemukan tewas oleh sekuriti PT Kodja Bahari sekitar pukul 22.00 WIB. Keempatnya ditemukan tak bernyawa setelah orang-orang curiga karena mereka tak kunjung keluar dari dalam kapal tersebut.

Para korban adalah Mardjono (61) warga Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, kemudian Lamani (32), Muhammad Nur Huda (22) dan Jadi (33) yang berasal Desa Pentur, Kecamatan Simo, Boyolali, Jawa Tengah.

kumparan post embed