Tim SAR Harap Dapat Petunjuk Soal Lokasi Smartwatch Kopilot Pesawat ATR

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ponsel milik Farhan yang sebelumnya ditemukan di antara puing-puing pesawat ATR 42-500, menunjukkan smartwatch-nya mencatat 9.013 langkah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ponsel milik Farhan yang sebelumnya ditemukan di antara puing-puing pesawat ATR 42-500, menunjukkan smartwatch-nya mencatat 9.013 langkah. Foto: Dok. Istimewa

Basarnas merespons informasi terkait adanya pergerakan langkah pada smartwatch Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 yang hilang dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pergerakan langkah Farhan di smartwatch diketahui setelah ponsel miliknya ditemukan di antara puing-puing pesawat. Ponsel Farhan kini dipegang oleh Dian Mulyana, yang disebut-sebut sebagai pacar Farhan Gunawan.

Staf AMC Basarnas, Arman Amirudin, mengatakan awalnya ponsel Farhan ditemukan oleh tim SAR di hutan. Ponsel tersebut kemudian diserahkan kepada Dian dan dibawa ke Makassar.

Jumlah langkah telah bertambah menjadi 13.647 dalam ponsel milik Farhan. Foto: Dok. Istimewa

“Hp ini kami serahkan memang untuk bisa dibuka kuncinya. Karena lock-nya, tidak bisa dibuka. Makanya dibuatkan surat pernyataan agar bisa dibawa ke Makassar dan dibuka,” kata Arman kepada wartawan, Selasa (20/1).

Di Lokasi Hp, Tak Ada Tanda-tanda

Arman melanjutkan, “Tim kami yang turun di lokasi yang menemukan barang ini tidak ada sama sekali mendengar suara ataukah ada permintaan tolong, suara dan lain-lain sebagainya sampai saat ini.”

“Termasuk tim yang menuruni tebing dan yang nginap juga di atas puncak. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” sambungnya.

Meskipun terdapat pergerakan langkah melalui smartwatch, Arman mengaku tidak bisa memastikan hal tersebut merupakan tanda-tanda kehidupan.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa ada tanda-tanda kehidupan. Melihat dari kondisi ini, kalau dilihat di hpnya ada pergerakan. Tapi kalau itu hidup seperti apa, kami belum bisa katakan,” kata dia.

Harapkan Info Lokasi Smartwatch

Kondisi Gunung Bulusaraung dengan puing-puing pesawat ATR 42-500, Minggu (18/1/2026). Foto: Muchtamir/ANTARA FOTO

Arman mengaku masih menunggu laporan dari Direktorat Siber (Cybercrime) Polda Sulsel terkait hasil pelacakan titik koordinat terakhir smartwatch tersebut.

“Kami menunggu laporan Cybercrime, kami menunggu koordinat terakhir on supaya kami bisa menuju ke titik itu. Karena smartwatch ini on menunjukkan titik koordinatnya di mana dan mengirim ke hp itu. Hasil pemeriksaan Cybercrime kami akan olah dan kirimkan ke tim lapangan nantinya,” tandasnya.