Tim SAR Hentikan Pencarian 1 Korban Banjir di Medan yang Masih Hilang

11 Desember 2020 13:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim sar menyusuri banjir menggunakan perahu karet di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/12). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim sar menyusuri banjir menggunakan perahu karet di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/12). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Banjir di Kota Medan pada Jum’at (4/12) lalu merendam ribuan rumah dan menewaskan 6 orang. Selain itu, terdapat satu korban bernama Herman Asmen (48) yang masih dinyatakan hilang.
ADVERTISEMENT
Tim SAR telah berupaya mencari Herman selama 7 hari terakhir, namun tak kunjung menemui titik terang. Akhirnya tim SAR memutuskan menghentikan pencarian. Tim SAR menyatakan penghentian pencarian sudah sesuai SOP Basarnas.
"Sesuai hasil koordinasi dengan unsur yang terlibat dan pihak keluarga, diputuskan pencarian dihentikan, namun tetap dilanjutkan dengan pemantauan," ujar Kepala Kantor SAR Medan, Toto Mulyono, kepada wartawan Jum’at (11/12)
Toto menambahkan, pencarian Herman mengalami berbagai kendala.
“Luasnya area sapuan banjir dan tingginya lumpur menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencarian korban,” kata Toto.
Tim SAR saat melakukan pencarian jenazah korban ba\njir di Kota Medan yang terakhir. Foto: Dok. Istimewa
Padahal, kata Toto, timnya sudah berusaha semaksimal mungkin mencari Herman mulai dari dibantu anjing pelacak Ditsamapta Polda Sumut serta ekskavator. Tetapi hingga 7 hari pencarian, Herman tak kunjung ditemukan.
ADVERTISEMENT
“Pencarian dengan menggunakan perahu rafting mulai dari lokasi banjir hingga sejauh 18 KM menuju hilir sungai juga (dilakukan),. Namun korban belum juga ditemukan,” ujar Toto
Sebelumnya BPBD Medan menyebut ada 10 kecamatan yang terdampak banjir pada Jum’at (4/12).
Sebuah mobil tersangkut di pagar pascabanjir di Perumahan De Flamboyan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/12). Foto: Rony Muharrman/ANTARA FOTO
Sepuluh kecamatan yakni Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Barat, Medan Labuhan, dan Medan Tuntungan
Dampak banjir tersebut membuat 2.396 rumah terendam, 4.249 KK dan 12.783 jiwa terdampak banjir, 6 warga meninggal, dan 1 warga hilang.