Tim SAR Temukan 2 Titik Diduga Lokasi Korban Erupsi Gunung Dukono
ยทwaktu baca 2 menit

Tim SAR menemukan dua titik diduga sebagai lokasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Sebelumnya Tim SAR telah menemukan satu jenazah korban dari tiga orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, dua titik tersebut didapat usai Tim SAR menemukan korban pertama.
"Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (9/5).
Namun, dua titik itu belum dilakukan penyisiran. Sebab Tim SAR memprioritaskan untuk mengevakuasi jenazah pertama pada hari ini karena faktor cuaca.
"Tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi," tutur Abdul.
Dua titik diduga lokasi kedua korban tersebut telah diberi tanda. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (10/5).
Evakuasi Korban Meninggal Pertama
Abdul juga menceritakan proses evakuasi korban meninggal dunia yang ditemukan pertama kali. Ia bilang korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah.
"Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran," tuturnya.
Cuaca yang buruk juga mempersulit proses evakuasi. Abdul menerangkan di lokasi pencarian sempat turun hujan deras.
"Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian," ujarnya.
"Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik," tambahnya.
Abdul memastikan proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati. Prosedur keselamatan sangat diutamakan.
"Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo," pungkasnya.
