Timnas AMIN Kritik Tanggul Laut: Bakal Banyak Merusak Lingkungan

Anggota Dewan Pakar Timnas AMIN, Ahmad Nur Hidayat, mengkritik program Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di sepanjang jalur Pantai Utara.
Tanggul itu sendiri dibangun dengan tujuan agar kawasan tersebut tidak tenggelam di tengah naiknya permukaan air laut.
Proyek tersebut sempat ditolak oleh capres nomor urut 1 Anies Baswedan pada saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta 2018 lalu. Ahmad sependapat, dan menilai bahwa proyek tanggul raksasa itu justru akan menimbulkan banyak kerusakan lingkungan.
“Saya kira ini ada banyak hal yang akan merusak ya dari proyek ini terutama adalah lingkungan,” kata Ahmad dalam diskusi dengan tajuk Diskusi Publik tentang Pembangunan Kota-Kota di Indonesia agar Setara dengan Jakarta di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya, Jakarta, Jumat (12/1).
“Proyek ini satu paket dengan reklamasi dan tentunya kita tahu reklamasi dan giant sea wall ini kan merusak lingkungan dan tidak pro kepada masyarakat Jakarta yang sebetulnya masyarakat Jakarta itu tidak butuh yang seperti itu,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ahmad menilai program tersebut selain merusak lingkungan juga akan menghilangkan potensi mata pencaharian nelayan tradisional di pesisir pantai.
“Kalau ada giant itu kan nelayan-nelayan kita yang tradisional yang harusnya bisa melaut kapanpun itu kan enggak bisa lagi leluasa, dia harus punya kayak tempat tempat khusus yang belum tentu dekat sama wilayah mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad mengatakan tak semua wilayah Pantura itu mengalami masalah yang sama. Misalnya banjir akibat naiknya permukaan air laut.
Menurutnya, pembangunan proyek tersebut harus dikaji terlebih dahulu secara matang, sebab, kata dia, tak seluruh wilayah di Pantura mengalami penurunan muka tanah. Ahmad menegaskan, program yang dibawa Anies saat ini adalah pemerataan pembangunan di Indonesia.
“Saat ini Pak Anies saya kira akan konsisten memprioritaskan aspek pemerataan dibandingkan hanya bicara pesisir pantai utara,” ucap dia.
Soal tanggul laut ini, sempat disinggung Prabowo Subanto. Dia menjelaskan pentingnya tanggul laut bagi wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).
“Karena Pantura menjadi potensi yang menentukan bagi kita semua. Jawa masih menyumbang lebih dari 50 persen dari PDB kita,” kata Prabowo.
Selain itu, kondisi yang memprihatinkan akibat fenonema naiknya permukaan laut dan terjadinya abrasi di wilayah tersebut menjadi pemicu Prabowo untuk mendorong penyelesaian masalah tersebut dengan pembangunan Giant Sea Wall bersama para menteri lainnya.
“Sehingga ini yang sudah masuk proyek strategis nasional (PSN) sungguh-sungguh kita dahulukan. Kita harus kumpulkan otak-otak terbaik bangsa. Percepat pembangunan giant sea wall,” lanjut dia.
