Timnas AMIN Menjunjung Kemandirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memperkenalkan Timnas Pemenangan AMIN, Selasa (14/11/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memperkenalkan Timnas Pemenangan AMIN, Selasa (14/11/2023). Foto: Dok. Istimewa

Azrul Tanjung, Co Captain 5 Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) yang juga sebagai Ketua Majelis Lingkungan hidup PP Muhammadiyah, menyatakan, Timnas AMIN menghormati kemandirian semua organisasi yang terus ingin menjaga netralitas.

"Saya mewakili Komunitas Muhammadiyah, memberi kesaksian bahwa tidak ada maksud sama sekali dari Timnas AMIN untuk mengganggu independensi institusi seperti Muhammadiyah dalam Pemilu,” ujarnya, Jumat (22/12).

Pernyataan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menyatakan berkeberatan ketika salah satu Timses paslon Anies-Muhaimin (AMIN) mengatakan bahwa 72 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) bakal bergerak menjadi saksi mengawal suara Anies-Muhaimin.

Muhammadiyah berdiri tahun 1912 jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat ini Muhammadiyah memiliki anggota aktif hingga 50 juta kader dan mengelola unit unit organisasi yang sangat kredibel serta jaringan amal usaha yang sangat luas, termasuk ratusan perguruan tinggi. Institusi ini berkembang sejalan dengan sejarah bangsa merupakan pilar penyangga kehidupan bernegara haruslah tetap terjaga imparsialitasnya.

"Muhammadiyah adalah salah satu elemen civil society yang akan kami terus jaga kemandiriannya, dan selalu mendukung pemerintahan yang sah. Kami akan senantiasa menjaga dan menghormati individualitas dan menghindari politik praktis," jelas Asrul lebih lanjut.

Co-Captain Timnas AMIN Sudirman Said pada keterangan terpisah menyatakan dalam proses Pemilu pasti ada interaksi antara pribadi-pribadi dari organisasi mana pun, termasuk Muhammadiyah. Interaksi itu tentu saja telah menghadirkan antusiasme dari kalangan Timnas AMIN. Sehingga antusiasme itu terbawa dalam forum publik.

Sejalan dengan Sudirman Said, Asrul Tanjung juga menyatakan permohonan maaf atas kejadian ini.

"Perkenankan kami mohon maaf bila ada kesan seolah-olah kalangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah akan memihak salah satu Paslon dalam Pilpres ini.”

Asrul menandaskan bahwa Timnas AMIN menaruh hormat sepenuhnya atas sikap “imparsial” Persyarikatan Muhammadiyah, beserta seluruh unit amal usahanya. Karena Muhammadiyah adalah aset bangsa yang harus mempertahankan kemandiriannya, dan menjaga jarak kepada semua kekuatan Politik.

(IK)