Timpangnya Kekuatan Tempur Militer Israel vs Palestina

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara Israel berjaga setelah warga Palestina diduga menyebabkan kobaran api di Jalur Gaza. Foto: Amir Cohen/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Israel berjaga setelah warga Palestina diduga menyebabkan kobaran api di Jalur Gaza. Foto: Amir Cohen/REUTERS

Ketimpangan kekuatan tempur antara Israel dengan Palestina menjadi kekhawatiran tersendiri, apabila keduanya terpaksa terlibat dalam perang terbuka.

Potensi perang terbuka memang terbuka lebar akhir-akhir ini. Selama sepekan terakhir Israel menggempur wilayah Gaza, yang dikuasai oleh salah satu faksi politik besar, Hamas.

Tentara Israel di Tepi Barat Foto: Reuters/Ammar Awad

Ketimpangan kekuatan kedua militer memang bak bumi dan langit. Israel bahkan dianalogikan bagaikan raksasa yang harus menundukkan kepalanya untuk melihat Palestina dalam hal pasukan tempur dan persenjataan.

Untuk itu, berikut uraian singkat mengenai kapasitas yang dimiliki kedua pihak apabila mereka saling bertempur secara terbuka:

Pasukan Tempur

Milisi Gerakan Jihad Islam di Jalur Gaza, Palestina. Foto: AFP/Said Khatib

Israel memiliki Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang terdiri dari sekitar 170 ribu personel aktif militer. Jumlah tersebut sendiri belum termasuk sepertiga dari total 9 juta penduduk Israel, baik pria dan wanita, yang tersedia dan dapat dikerahkan untuk keperluan militer.

Besarnya jumlah personel yang dapat dimobilisasikan tersebut juga disokong dengan pendanaan yang cukup besar. Sebesar USD 20,5 miliar dikucurkan Israel hanya untuk pengeluaran militer dan menempatkan mereka di urutan ke-15 pada 2019 terkait besarnya pengeluaran dana negara untuk militer di dunia.

Milisi Gerakan Jihad Islam di Jalur Gaza, Palestina. Foto: AFP/Mohammed Abed

Sementara itu dari Palestina yang tidak memiliki pasukan tempur secara resmi, hanya terdiri dari sekitar 30 ribu hingga 50 ribu tenaga bersenjata yang tergabung dalam kelompok perlawanan, seperti Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas.

Sebenernya, Palestina sendiri memiliki Pasukan Otoritas Keamanan Palestina yang lahir dari Oslo Peace Accords yang berjumlah 83 ribu tenaga bersenjata.

Akan tetapi mengingat kapasitasnya untuk bertindak harus berkoordinasi dengan Israel, pasukan tersebut jadi tidak mungkin dapat menjalankan peran kemiliteran yang diperlukan Palestina jika berada dalam keadaan perang terbuka dengan Israel.

Persenjataan

Tentara Israel berjaga saat warga Palestina demo. Foto: REUTERS / Mussa Qawasma

Dalam hal persenjataan Israel memiliki industri persenjataan nasional yang cukup menjadikan mereka sebagai salah satu negara dengan pengekspor senjata terbesar di dunia.

Bahkan berdasarkan laporan dari SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) Amerika Serikat dan Kanada serta beberapa negara di Eropa, yakni Jerman, Inggris, dan Italiayang jadi klien Israel di 5 tahun terakhir.

Infografik Militer Israel vs Militer Palestina. Foto: Tim Kreatif kumparan

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Palestina yang bergantung pada bantuan dari luar untuk keperluan persenjataan mereka. Iran adalah salah satu negara yang menjadi penyalur utama senjata bagi Palestina.

Selanjutnya terkait kepemilikan alutsista. Kepunyaan yang dimiliki Israel untuk bertempur di laut dan udara semakin menunjukkan ketimpangannya dengan Palestina. Pasalnya, Israel memiliki sekiranya 684 jet tempur, 4 korvet, 8 kapal rudal, 5 kapal selam, 45 kapal patroli dan 2 kapal pendukung.

Sementara Palestina sama sekali tidak memiliki persenjataan bertempur untuk di udara dan laut.

Garis cahaya terlihat saat sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza menuju Israel, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, Selasa (11/5). Foto: Nir Elias/REUTERS

Akan tetapi untuk urusan senjata roket, Palestina kerap kali membuat Israel komplain karena diduga memiliki jumlah roket yang cukup banyak dengan jarak yang cukup untuk mencapai Tel Aviv bila diluncurkan.

Walaupun sebenarnya jika melihat kemampuan yang dimiliki Israel, roket-roket yang dimiliki Palestina seperti bukan sebuah ancaman. Sebab, Israel memiliki sistem pertahanan udara anti roket (Iron Dome) serta rudal jelajah dan balistik yang dapat mencapai negara-negara lain seperti Mesir, Suriah dan Iran.

Belum lagi diketahui bahwa rudal tersebut juga dilengkapi dengan kapasitas untuk membawa hulu ledak nuklir berdasarkan laporan dari NTI, pengawas nuklir.

Hal tersebut pula yang membuat kekhawatiran tersendiri apabila Israel dan Palestina melakukan peperangan, sebab ada laporan yang juga menyebutkan bahwa Israel secara rahasia mengembangkan senjata nuklir yang tidak berdasarkan regulasi dari NPT, sebuah perjanjian internasional yang mengatur jumlah kepemilikan nuklir yang dimiliki negara di dunia.