Timses Jokowi soal Karni Ilyas Jadi Moderator Debat: Terlalu Senior

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Karni Ilyas. (Foto: Wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Karni Ilyas. (Foto: Wikipedia)

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menolak usulan nama wartawan senior Karni Ilyas sebagai moderator debat kedua, tanggal 17 Februari 2019 mendatang. Wakil TKN Abdul Kadir Karding menilai, sosok Karni Ilyas dianggap terlalu senior untuk memandu debat Pilpres 2019.

"Kalau Pak Karni itu, bukan maqom-nya lagi. Sudah terlalu senior," kata Karding usai menghadiri HUT ke-72 Megawati di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Karding menyebut, seharusnya jalannya debat dipimpin oleh figur yang lebih belia dibanding Karni. Namun, menurutnya, sosok tersebut juga harus bisa obyektif dan lebih menarik.

"Cari yang muda-muda saja, yang obyektif, yang bisa lebih menarik," tuturnya.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Foto: Reki Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Foto: Reki Febrian/kumparan)

Ia menegaskan, tidak ada alasan subyektif yang membuat pihaknya enolak sosok Karni sebagai moderator. Karding menegaskan, meski netral, namun Karni telalu senior.

"Kalau ILC-nya memang enggak terlalu obyektif, tapi kalau Pak Karni-nya sih mungkin obyektif," tegasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menyebut pihaknya akan tetap mengikuti keputusan bersama antara kedua paslon dengan KPU. Sebab, inti dari debat tersebut adalah penampilan dari paslon, bukan moderatornya.

"Siapapun yang diputuskan di sana, kami siap. Karena yang akan mempresentasikannya, yang ikut debat itu pasangan calon, bukan moderatornya," kata Johnny.