Timses Prabowo Tak Khawatir Tabloid Indonesia Barokah: Cara Primitif

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar Simanjutak di Media Center BPN. (Foto: Luthfan Darmawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar Simanjutak di Media Center BPN. (Foto: Luthfan Darmawan/kumparan)

Kordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Azhar Simanjutak menyebut serangan politik negatif melalui tabloid Indonesia Barokah merupakan cara-cara primitif dan sangat tidak beradab di Pemilu.

"Pertama, yang jelas cara-cara seperti ini cara yang primitif ya, artinya mentreat lawan dengan cara-cara yang tidak beradab. Bagi kami sama sekali tidak khawatir dengan cara seperti ini karena tentu masyarkat sudah well educated, sudah muak dengan cara-cara penyebaran brosur tabloid yang cenderung nuansa fitnah," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jumat (25/1).

Dahnil menyebut tim Prabowo-Sandi sudah mengambil langkah hukum terkait tersebarnya tabloid tersebut. Ia berharap pihak kepolisian bertindak adil dengan mengusut tuntas siapa di balik tersebarnya tabloid yang berbau fitnah itu.

"Sudah (ambil langkah hukum) terkait penyebaran tabloid tersebut. Namun kami harus pastikan penyebaran tabloid tersebut bisa ditindak dengan cepat dan kepolisian bisa menangkap siapa pelaku dan aktor penebaran tabloid tersebut," ujarnya.

Namun demikian, Dahnil mengatakan, tim BPN akan berhati-hati terhadap tersebarnya tabloid ini. Sebab, tuduhan dapat berbalik ke kubu Prabowo-Sandi dengan tuduhan melakukan playing victim.

Tabloid Indonesia Barokah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
zoom-in-whitePerbesar
Tabloid Indonesia Barokah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

"Terus terang kami harus berhati-hati dengan hal ini karena tuduhan bisa berbalik dan sebagainya sebagaimana dalam situasi politik yang silang sengkarut kami tidak punya instrumen yang lengkap," ujarnya.

"Ini bisa jadi alat justru tuduh balik dan sebagainya untuk sebab itu BPN akan pastikan tidak ada modus tuduh balik seolah-olah kami lakukan playing victim dan sebagainya. Jadi tentu kami berharap aparat hukum bekerja dengan adil transparan," ujarnya.

Wakil ketua BPN Mardani Ali Sera mengungkapkan hal yang sama. Ia menduga bahwa disebarkannya tabloid tersebut untuk menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi di pemilu 2019.

"Ya kalau orang yang punya nalar pasti demikian (turunkan elektabilitas). Tapi kami enggak mau nuduh siapa yang lakukan, jadi serahkan ke penegak hukum," ucapnya.