Timwas DPR: Pelayanan Haji 2026 Lebih Terukur, Jemaah Dapat Fasilitas Memadai
ยทwaktu baca 3 menit

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji tahun 2026 berjalan lebih baik setelah meninjau langsung berbagai fasilitas yang digunakan jemaah Indonesia di Mina.
Menurutnya, peningkatan terlihat pada layanan akomodasi, kesehatan, konsumsi, hingga kemudahan akses bagi jemaah lanjut usia.
Saat melakukan peninjauan di kawasan Mina, BHS menilai lokasi maktab atau tenda jemaah haji reguler tahun ini relatif lebih dekat dengan lokasi lontar jumrah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, tersedia layanan mobil golf (golf cart) yang membantu jemaah lansia, perempuan, maupun jemaah dengan keterbatasan fisik menuju lokasi ibadah.
"Penempatan maktab jemaah reguler yang terjauh pun masih relatif dekat dengan Jamarat. Bahkan tersedia layanan golf cart bagi jemaah lansia dan ibu-ibu yang tidak mampu berjalan jauh. Ini menjadi nilai tambah dalam pelayanan haji tahun ini," ujar BHS kepada wartawan, Rabu (3/6).
Akomodasi dan Sanitasi Dinilai Memadai
Dari sisi akomodasi, BHS menyebut jemaah mendapatkan fasilitas yang nyaman selama berada di Mina. Tenda dilengkapi pendingin ruangan (AC), tempat tidur yang memadai, serta kapasitas yang sesuai dengan jumlah penghuni sehingga memberikan kenyamanan bagi jemaah untuk beristirahat.
BHS juga melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas sanitasi. Menurutnya, jumlah toilet dan kamar mandi dinilai mencukupi untuk melayani ribuan jemaah yang menempati kawasan tersebut.
"Saya mengecek langsung fasilitas kamar mandi. Setiap bilik sudah dilengkapi shower dan jumlahnya cukup banyak. Dengan kapasitas yang tersedia, fasilitas tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 4.000 jemaah dengan 120 bilik yang tersedia," katanya.
Konsumsi dan Layanan Kesehatan
Pada sektor konsumsi, BHS mengaku puas terhadap kualitas maupun ketepatan distribusi makanan yang diterima jemaah. Menu yang disajikan dinilai bergizi, bervariasi, dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
"Makanan disalurkan tepat waktu dan kualitasnya sangat baik. Jemaah mendapatkan menu daging, ayam, ikan, telur, sayuran, buah-buahan, susu, hingga camilan. Ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap kebutuhan gizi jemaah," ungkapnya.
BHS juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dinilai semakin baik. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan dinilai mencukupi untuk melayani jemaah.
Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan turut berdampak pada menurunnya jumlah jemaah yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji.
"Jumlah dokter dan obat-obatan cukup. Ini terbukti dari menurunnya angka jemaah yang wafat dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan pelayanan kesehatan berjalan lebih baik," jelasnya.
Apresiasi Transparansi Layanan Haji
Selain pelayanan dasar, BHS menyoroti tingginya tingkat transparansi dalam penyelenggaraan layanan haji. Ia menemukan berbagai informasi layanan yang ditampilkan secara digital, mulai dari data petugas, informasi gizi, sertifikasi, hingga proses penyajian makanan yang dapat diakses secara terbuka.
Saat meninjau dapur penyedia konsumsi jemaah, BHS juga mendapati sebagian tenaga juru masak berasal dari Indonesia sehingga cita rasa makanan dinilai lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Ia menambahkan ketersediaan bahan baku makanan juga dalam kondisi aman dan mencukupi.
Atas berbagai temuan tersebut, BHS menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji Arab Saudi dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Saya mengapresiasi Kementerian Haji yang telah mengoordinasikan pelayanan dengan baik, baik dari sisi akomodasi, konsumsi, kesehatan, fasilitas ibadah, maupun pelayanan pendukung lainnya bagi jemaah," pungkasnya.
