Timwas DPR Sebut Presiden Prabowo Mau Antrean Haji Dipangkas Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menginginkan antrean jemaah haji dapat dipersingkat.

Hal itu disampaikan Cucun usai mengikuti rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Menurut dia, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap persoalan panjangnya antrean haji. Cucun mengatakan pemerintah melalui Kementerian Haji diminta mencari berbagai skema agar masa tunggu keberangkatan dapat dipersingkat.

"Yang kedua, concern beliau yang kami sangat tadi apresiasi itu, ingin bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji nanti dan Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun.

"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," tambahnya.

Cucun juga melaporkan kepada Presiden mengenai mekanisme keberangkatan jemaah yang dinilai semakin baik. Sistem imigrasi di Indonesia, kata dia, mampu mencegah keberangkatan jemaah ilegal sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lebih tertib.

"Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami terkait bagaimana di mekanisme keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak bisa lolos. Kemudian juga orang yang bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan," katanya.

Suasana Presiden Prabowo saat melantik Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Penasihan Khusus Presiden di Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Ia turut menyoroti peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji reguler pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

"Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," tandas dia.