Timwas Haji DPR Ingatkan Kesiapan Transportasi Jemaah ke Armuzna

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Novita Wijayanti saat meninjau persiapan operasional transportasi haji di Terminal Ajiyad, Makkah, Minggu (1/6/2025). Foto:  Timwas Haji DPR
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Novita Wijayanti saat meninjau persiapan operasional transportasi haji di Terminal Ajiyad, Makkah, Minggu (1/6/2025). Foto: Timwas Haji DPR

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Novita Wijayanti meminta pelayanan transportasi jemaah haji pada fase puncak haji dapat dipersiapkan secara maksimal. Jemaah haji nantinya akan dijemput dari hotel menggunakan bus menuju ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Novita mengingatkan transportasi jadi salah satu yang penting dalam fase puncak haji. Pengamanan dan pengaturan juga harus diperketat jangan sampai ada jemaah yang naik bukan di bus yang telah ditentukan.

“Alhamdulillah, kita merasa concern sekali, sehingga banyak yang sudah melakukan evaluasi,” ungkap Novita usai meninjau Terminal Ajyad, Makkah, dikutip Senin (2/6).

Petugas transportasi mengecek bus selawat yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah calon haji Indonesia setelah beribadah di Masjidil Haram di terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Minggu (11/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Anggota Komisi V DPR itu menyampaikan, berdasarkan laporan dan pengalaman sebelumnya, terdapat jemaah yang sempat tertinggal atau harus menunggu bus selama berjam-jam. Bahkan, ditemukan kasus bus yang seharusnya digunakan untuk jemaah tertentu, justru digunakan untuk mengangkut jemaah lain.

“Tahun ini, insyaallah akan ada perbaikan dan tidak terjadi lagi. Diharapkan para pengemudi juga diberikan briefing dan masukan untuk menunggu para jemaah, jangan sampai tertinggal dan waktunya terlalu lama menunggu,” tambah politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Pada musim haji tahun lalu, sejumlah jemaah Indonesia dilaporkan mengalami kendala serius saat fase puncak ibadah, terutama dalam pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

Beberapa jemaah mengaku harus menunggu kendaraan hingga lebih dari tiga jam akibat kurangnya koordinasi antara petugas transportasi dan operator bus.

Selain itu, arus pergerakan yang padat serta distribusi armada yang tidak merata menyebabkan penumpukan jemaah dan ketidaknyamanan dalam perjalanan.

Melihat pengalaman tersebut, Novita meminta agar PPIH Arab Saudi melakukan evaluasi menyeluruh serta memastikan petugas dan pengemudi memiliki pemahaman yang baik terhadap tanggung jawabnya.

“Pesannya pastinya jaga kesehatan, koordinasi, humanis kepada para jemaah, dan saling membantu karena kita berada di negara lain. Kita ingin ibadahnya berjalan baik, mabrur, dan saling mendukung satu sama lain,” tutupnya.

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Makkah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Selasa (18/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Menanggapi hal itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan telah menyiapkan skema pergerakan jemaah dengan dukungan dari berbagai pihak. Kepala Bidang Transportasi PPIH, Mujib Rony, mengatakan, erkait persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Mujib menyebut bahwa penyelenggaraan transportasinya berada di bawah koordinasi pihak Syarikah dan Naqaba—yang berperan layaknya organda di Indonesia.

“Transportasi agak terpisah, Armuzna ini secara umum sebenarnya yang menyelenggarakan adalah Syarikah yang sudah bermitra dengan kita. Dan tentu nanti secara umum koordinator pelayanan Armuzna adalah dari Naqaba. Peran kami menyusun skema-skema pergerakan berikut melakukan koordinasi dengan para pihak yang akan terlibat dalam pelayanan Armuzna,” ujarnya.