Timwas Haji DPR Ingatkan Risiko Cuaca Panas bagi Jemaah Lansia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jemaah haji berihram. Foto: Dok. MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jemaah haji berihram. Foto: Dok. MCH 2026

Netty Prasetiyani Aher berangkat ke Tanah Suci untuk mengawasi pelaksanaan ibadah haji 2026. Netty merupakan anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026 dari Komisi IX.

Netty menjelaskan, fokus pengawasannya selama musim haji adalah pelayanan kesehatan bagi jemaah asal Indonesia. Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Haji benar-benar memperhatikan visi haji ramah lansia.

"Dan termasuk di dalamnya pasti ada teman-teman disabilitas. Saya juga mendengar salah satu Komisioner Nasional Disabilitas kita juga berangkat ya, Pak Deka Kurniawan. Jadi artinya, tahun ini menjadi salah satu tahun pencanangan setelah haji diurus oleh sebuah kementerian baru," kata Netty kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (18/5).

Politikus PKS ini berharap pelaksanaan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan, pelaksanaan, hingga pemulangan, berjalan dengan baik.

Anggota Timwas Haji DPR 2026, Netty Prasetiyani. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

"Dan yang menjadi highlight dari Komisi IX adalah bagaimana aspek kesehatan ini mendapat perhatian. Kenapa? Karena kebanyakan jemaah haji yang berangkat dari Indonesia ini sudah berusia lansia dan sebagiannya menderita penyakit katastropik," ucap Netty.

Antisipasi Cuaca Panas dan Penyakit Penyerta

Ia menyinggung suhu udara di Arab Saudi yang cukup panas, berkisar 40–45 derajat celsius. Oleh karena itu, jemaah lansia perlu mendapat perhatian khusus, terutama yang memiliki penyakit penyerta.

"Dan dipastikan bahwa bagian kesehatan, teman-teman kesehatan, petugas kesehatan ini juga memperhatikan bagaimana asupan gizi dan juga obat-obatan rutin yang harus dikonsumsi oleh jemaah haji khususnya dengan penyakit penyerta, baik selama menunggu prosesi haji sampai nanti puncaknya ya di Arafah dan Mina," kata Netty.

Sejauh ini, Netty belum menerima laporan adanya masalah atau kendala bagi jemaah haji lansia. Ia berharap tidak ada kasus serius selama pelaksanaan haji.

"Karena ibadah haji ini sebagian besarnya adalah ibadah fisik dan puncaknya nanti pada saat wukuf di Arafah dan dua-tiga hari di Mina untuk melontar jumrah dan juga melakukan tawaf ifadah," kata Netty.

"Nah, kita berharap di puncak haji inilah yang kemudian betul-betul jemaah haji memiliki stamina yang fit ya, sehingga bisa mendapatkan haji yang mabrur karena memang tidak ada satu pun rukun yang ditinggalkan, seperti itu," tutup dia.