Timwas Haji DPR Mulai Bergerak, Minta Petugas Humanis Layani Jemaah Lansia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Timwas Haji DPR, Maman Imanul Haq. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Timwas Haji DPR, Maman Imanul Haq. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 mulai diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap pada 16 hingga 21 Mei untuk melakukan pengawasan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Sejumlah anggota yang berangkat pada Minggu (17/5) antara lain Maman Imanulhaq dan Neng Eem Marhamah Zulfa.

Maman menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan terhadap jemaah lanjut usia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari cara petugas berinteraksi dengan jemaah.

Menurutnya, meningkatnya jumlah jemaah lansia menuntut petugas memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik, terutama dalam memberikan pendampingan psikologis.

“Petugas harus mengedepankan penghormatan kepada orang tua dengan cara-cara yang lebih humanis,” ujar Maman.

Petugas PPIH melayani jemaah haji lansia di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah pada Jumat (24/4/2026). Foto: Dok. MCH 2026

Fasilitas dan Pendampingan Jadi Faktor Kunci

Ia menilai pelayanan ramah lansia tidak cukup diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik semata. Pendampingan, rasa aman, serta kepastian layanan menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Selain itu, politikus PKB tersebut juga mengapresiasi adanya fasilitas transportasi khusus bagi penyandang disabilitas yang dinilai membantu mobilitas jemaah selama berada di Arab Saudi. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan agar layanan tersebut berjalan efektif di lapangan.

Pengawasan Menyeluruh di Titik Ibadah

Maman menambahkan Timwas Haji DPR akan memantau langsung kesiapan petugas, pola perjalanan jemaah, hingga pelayanan di titik-titik utama ibadah.

Langkah tersebut dilakukan agar konsep haji ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan oleh jemaah Indonesia.