Timwas Haji DPR: Pelaksanaan Haji 2026 di Era Prabowo Jadi yang Terbaik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi narasumber dalam talkshow panel bersama Keluarga Alumni Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menjadi narasumber dalam talkshow panel bersama Keluarga Alumni Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 saat bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Cucun juga menyampaikan sejumlah catatan dan masukan dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan haji pada tahun-tahun mendatang.

“Pengawasan kami di DPR RI dalam pelaksanan ibadah Haji ingin perbaikan sesungguhnya, Alhamdulillah di era Presiden Prabowo terwujud dan merupakan pelaksanaan terbaik dari pelaksanaan sebelumnya,” kata Cucun, Kamis (18/6).

Apresiasi tersebut disampaikan saat Timwas Haji DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf melaporkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6). Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang.

Sebagai Ketua Timwas Haji DPR 2026, Cucun menilai penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan banyak kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perbaikan mekanisme keberangkatan jemaah, termasuk proses administrasi yang dinilai semakin tertata.

“Sejak proses penerbitan visa jemaah, Kementerian Haji dan Umrah RI berhasil menuntaskan jauh sebelum tenggat waktu akhir yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi sehingga dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi jemaah yang akan berangkat,” tuturnya.

Timwas Haji DPR diketahui melakukan pengawasan sejak tahap keberangkatan di Embarkasi Asrama Haji hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Berdasarkan hasil pemantauan, layanan yang diberikan kepada jemaah dinilai berjalan optimal sejak berada di embarkasi.

“Proses Fast Track atas layanan imigrasi juga telah terlaksana dengan baik di seluruh Embarkasi Asrama Haji, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre di Bandara Keberangkatan Soekarno-Hatta,” ucap Cucun.

Haji Core 2026, jemaah haji membawa barangnya beserta boneka unta yang menjadi primadona oleh-oleh bagi sanak keluarga di Indonesia. Foto: Dok. MCH 2026

Selain layanan keberangkatan, Cucun juga memberikan apresiasi kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 yang dinilai menunjukkan disiplin dan kesiapan dalam melayani jemaah.

“Metode perekrutan dan pelatihan yang telah dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI terbukti menghasilkan kedisplinan, kerja tim, serta keseriusan dan kesigapan dalam melayani jemaah haji,” ungkap Politikus PKB tersebut.

“Hal ini perlu diperluas jangkauannya kepada para Petugas Kloter atau Petugas Haji Daerah (PHD),” lanjut Cucun.

Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Menhaj Irfan Yusuf, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Kualitas Akomodasi Meningkat

Timwas Haji DPR juga mengapresiasi peningkatan kualitas akomodasi jemaah. Sebanyak 17 ribu jemaah gelombang I dan II memperoleh layanan hotel bintang lima yang berada di area Ring 1 Masjid Nabawi.

Meski demikian, Cucun menegaskan masih terdapat sejumlah catatan evaluasi yang perlu menjadi perhatian Pemerintah agar kualitas penyelenggaraan haji terus meningkat.

“Beberapa catatan penting untuk evaluasi komprehensif demi pelayanan jemaah yang semakin sempurna,” ujarnya.

Salah satu catatan utama berkaitan dengan pelayanan jemaah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Menurut Cucun, kualitas layanan di kawasan tersebut perlu ditingkatkan.

“Diperlukan kalkulasi pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kelas layanan di Armuzna menjadi minimal Kelas C, sehingga penyediaan layanan di Armuzna dapat jauh lebih baik lagi,” sebut Cucun.

Timwas Haji DPR juga menyoroti pentingnya pengetatan pelaksanaan istitha'ah, khususnya di bidang kesehatan. Menurut Cucun, masih ditemukan cukup banyak jemaah yang masuk kategori risiko tinggi.

“Catatan ini menjadi sebuah evaluasi dalam aspek Istitha'ah bidang kesehatan karena Timwas DPR menemukan cukup banyak jemaah Haji Indonesia yang masuk dalam kategori risiko tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan agar lebih ketat dalam memberikan surat keterangan istitha'ah kepada calon jemaah.

“Hal ini sangat penting untuk mencegah tingginya mortalitas jemaah pada saat di Tanah Suci, sehingga jemaah yang berangkat betul-betul siap dan sehat dalam menunaikan seluruh rangkaian ritual ibadah Haji,” tegas Cucun.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Cucun juga menyampaikan berbagai capaian positif penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menilai keberhasilan tersebut perlu dipertahankan sembari terus melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang masih ada.

“Saya bilang ‘Pak, ini tolong dipertahankan yang sudah bagus’. Kelemahan-kelemahan atau yang kurang pasti ada, cuma catatan-catatan (Presiden Prabowo) ini menekankan kepada kami semua (bahwa) sudah bagus Bapak-Bapak dari DPR dengan pasukannya beliau di Kementerian Haji, bekerja sama dan berkomunikasi,” urai Cucun.

Umat Islam dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Ia juga menyoroti penurunan biaya haji yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kami menyampaikan pengawasan dari mulai keberangkatan, bahkan dari mulai menetapkan di panja. Ongkos naik Haji bisa berkurang dalam waktu 2 tahun 6 juta untuk 200 sekian ribu orang yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah Haji," katanya.

Selain itu, peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler juga menjadi salah satu capaian yang disampaikan kepada Presiden.

“Dan bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini jemaah reguler sudah bisa menginap di hotel bintang 5,” lanjut Cucun.

Cucun turut melaporkan keberhasilan Pemerintah dalam memangkas masa tunggu keberangkatan haji yang sebelumnya mencapai puluhan tahun.

“Bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji dan Pak Wamen semua bekerja sudah bisa ditekan sampai 26 tahun,” ucap Cucun.

“Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrian ini tidak panjang,” sambungnya.

Menurut Cucun, peningkatan kualitas layanan juga terlihat dari aspek konsumsi yang diterima jemaah selama di Tanah Suci.

“Kementerian baru perdana diberikan tugas bisa melakukan negosiasi dengan para syarikat itu sehingga makanan bisa bervariasi, sehingga tidak ada kejenuhan. Dan nasi juga sudah adaptif,” ujar Cucun.

Ia berharap hasil pengawasan DPR tahun ini dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin baik pada masa mendatang.

“Sekali lagi, apresiasi setinggi-tingginya atas lompatan besar dan perbaikan terbaik dalam penyelenggaraan Haji tahun ini. Sebuah capaian luar biasa yang wajib dipertahankan dan terus ditingkatkan ke depan,” pungkasnya.