Timwas Haji DPR Sentil Kemenag soal Kuota Tambahan yang Dialihkan ke ONH Plus

15 Juni 2024 14:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota Komisi VIII DPR F-Golkar John Kenedy Azis.
 Foto: DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi VIII DPR F-Golkar John Kenedy Azis. Foto: DPR RI
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Timwas Haji DPR menyentil Kemenag soal kuota tambahan yang malah dialihkan untuk jemaah ONH Plus. Padahal semestinya jatah tambahan itu untuk jemaah reguler, yang sudah menanti untuk berhaji bertahun-tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
Seperti dalam keterangan Timwas Haji DPR, Sabtu (15/6), ada 20 ribu kuota tambahan untuk haji reguler, tapi separuhnya malah dialihkan ke ONH Plus oleh Kemenag.
Anggota Timwas Haji DPR, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa keputusan ini tidak sesuai dengan hasil rapat Panitia Kerja (Panja) Haji.
John Kenedy Azis menjelaskan bahwa Indonesia telah mendapatkan tambahan 20 ribu kuota haji jauh sebelum Panja Haji dibentuk.
"Panja Haji juga dibuat setelah kita mendapat informasi ada tambahan kuota sebesar 20 ribu," kata John Jumat (14/6), seperti dikutip kumparan dari situs resmi DPR, parlementaria.
Kuota tambahan ini diumumkan oleh pemerintah melalui Kemenag dan diharapkan dapat mempercepat keberangkatan calon jemaah haji yang telah menunggu bertahun-tahun.
Jemaah haji 2024 ke Arafah untuk wukuf, Sabtu (15/6/2024). Foto: Haj Ministry KSA
"Tambahan kuota haji itu kita berharap, komposisi antara jemaah haji reguler dan ONH Plus ada 8 persen pembagian, itu undang-undang yang menyatakan demikian," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Namun, John mengungkapkan bahwa separuh dari kuota tambahan tersebut ternyata dialihkan ke ONH Plus. Menurutnya, saat Panja Haji dibahas hingga diputuskan, tidak pernah ada pembahasan mengenai pengalihan kuota tambahan untuk ONH Plus.
"Saat Panja dibahas sampai diputuskan dan Panja melaporkan hasil Panja kepada Komisi VIII, sama sekali tidak ada dibahas tentang tambahan kuota 20 ribu itu (ternyata) diambil dan diserahkan ke ONH Plus," tegas John.
Pada rapat terakhir Komisi VIII dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag melaporkan bahwa kuota 20 ribu tersebut dialihkan ke ONH Plus.
"Tentu saya menanyakan di situ, apa dasar hukumnya pengalihan itu, karena itu adalah hak jemaah haji reguler," ujarnya.
John juga menyoroti bahwa sekitar 19 ribu kuota tambahan diberikan kepada ONH Plus.
ADVERTISEMENT
"Dari 17.240 ribu sekian, kemudian tiba-tiba menjadi 19.250, berarti yang 20 ribu itu dibagi begitu saja? Diserahkan ke ONH Plus," katanya.
Timwas Haji DPR meminta penjelasan resmi dari Kemenag mengenai dasar hukum pengalihan kuota ini, mengingat kuota tambahan tersebut seharusnya menjadi hak jemaah haji reguler.