Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Targetkan Latih 70 Ribu Polisi Hutan

Polri menargetkan pendidikan dan pelatihan bagi 70 ribu Polisi Khusus Kehutanan untuk memperkuat pengamanan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 586 personel telah menyelesaikan pendidikan di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) Lemdiklat Polri.
“Sebagai tindak lanjut, hari ini kita telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel,” kata Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Herry mengatakan, para personel dibekali kemampuan untuk mengawasi kawasan hutan, mendeteksi potensi gangguan keamanan lingkungan, serta melakukan pencegahan dan penanganan awal karhutla.
Pelatihan tersebut mencakup deteksi dini, pemolisian masyarakat, pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, hingga penanganan awal tempat kejadian perkara. Personel juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi, seperti drone, citra satelit, dan pemantauan titik panas.
“Jadilah Polisi Khusus Kehutanan yang responsif, modern, dan adaptif terhadap dinamika era digital,” ujarnya.
Herry juga mengingatkan para personel agar tidak berkompromi dengan pelaku perusakan lingkungan maupun menyalahgunakan kewenangan.
“Integritas adalah harga mati bagi seorang Polisi Khusus Kehutanan. Jangan pernah mau berkompromi dengan para perusak lingkungan, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang yang telah dipercayakan oleh negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengamanan hutan membutuhkan kerja sama antara aparat dan masyarakat, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, masyarakat adat, serta kelompok masyarakat peduli api.
“Tugas menjaga hutan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan hingga 70 ribu Polisi Hutan untuk menjaga kawasan hutan di seluruh Indonesia. Instruksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang disiarkan Sekretariat Presiden, Selasa (13/10).
Prabowo menilai kebutuhan personel yang sebelumnya diajukan Kementerian Kehutanan sebanyak sekitar 20 ribu orang belum memadai untuk mengamankan kawasan hutan yang luas.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah, sudah jauh ya. Karena itu, tolong sampaikan ke Menpan RB ya, kalau memang saya minta 70 ribu Polisi Hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita ya,” tegas Prabowo.
Ia meminta Polri maupun TNI membantu melatih personel agar siap menghadapi tantangan di lapangan, termasuk dalam mitigasi karhutla.
“Oh dari Kemenhut yang hanya 20 ribu. Ya kalau nggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara. Namanya aja Polisi Hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik Polisi Hutan ya. Iya. Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah seribu. Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan, ya,” ujar Prabowo.
