Tingkat Kematian Akibat Corona di Indonesia 3,73 Persen, Tertinggi ke-4 di Dunia

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Jumlah kasus positif virus corona di dunia terus meningkat. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Senin (16/3), kasus positif corona di 158 negara mencapai 168.766 kasus. Tingkat kematian global akibat virus ini pun mencapai 3,85 persen

Di Indonesia, kasus positif corona kini telah mencapai 134 kasus. Lima di antaranya meninggal dunia, sedangkan sembilan orang lainnya berhasil sembuh. Angka tersebut merujuk pada konferensi pers yang diumumkan pemerintah pada Senin (16/3).

Jika dilihat dari jumlah orang yang terinfeksi, Indonesia menempati urutan ke-42 dari 158 negara yang terpapar. Sementara jumlah kasus positif corona terbanyak adalah China, Italia, Iran, Korsel, dan Spanyol.

embed from external kumparan

Berbicara soal tingkat kematian akibat corona di Indonesia, mendekati angka rata-rata global. Berdasarkan olah data kumparan per 16 Maret pukul 18.00 WIB, tingkat kematian akibat corona di Indonesia menembus 3,73 persen.

Tingkat kematian merupakan rasio (perbandingan) antara jumlah kematian dengan orang yang dinyatakan positif corona. Tingkat kematian digunakan WHO untuk melihat risiko sebuah penyakit hingga menimbulkan kematian.

Rincian hitung-hitungannya sebagai berikut:

(5/134) x 100% = 3,73%

Dengan begitu, Indonesia pun menempati urutan ke-4 dengan tingkat kematian tertinggi di dunia akibat corona. Indonesia ada di bawah Italia yang mencapai 7,31 persen, Iran yang ada di angka 5,19 persen, dan China 3,97 persen.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

Hal yang menarik adalah, tidak semua negara dengan jumlah positif corona memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Korsel, misalnya, jumlah positif corona mencapai 8.236 orang. Sementara itu, jumlah kematian akibat virus tersebut ada di angka 75 kasus. Tingkat kematian karena corona di negara itu pun hanya 0,91 persen.

Foto kolase perawat dari rumah sakit Universitas Keimyung, Daegu, Korea Selatan yang terinfeksi virus corona. Foto: Ed JONES / AFP

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/3), jumlah penderita baru corona di Korsel memang terus menurun. Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea (KCDC) menyebut 303 pasien berhasil sembuh.

Menurut pemerintah Korsel, penurunan jumlah penderita karena tim ahli telah menemukan sumber penyebaran, yakni gereja di Daegu. Kota Daegu pun ditetapkan sebagai zona bencana khusus.

Sementara itu, tingkat kesembuhan pasien corona tertinggi ditempati oleh Nepal. Disusul China, Andorra, Singapura, dan Oman. Masih berdasarkan data John Hopkins University, Indonesia menempati urutan ke-34 dunia dengan tingkat kesembuhan 6,72 persen.

embed from external kumparan