Tingkatkan Gizi Siswa-siswi di Jakarta Lewat PMTAS

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa mendapatkan makanan dari Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di SDN Kedaung Kali Angke, Jakarta, Jumat (5/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa mendapatkan makanan dari Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di SDN Kedaung Kali Angke, Jakarta, Jumat (5/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Di masa pertumbuhan anak, Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) begitu penting. Setidaknya, anak-anak bisa mendapatkan asupan yang bergizi dan menyehatkan, meski disibukkan dengan kegiatan sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta turut memberikan perhatian serius terhadap program PMTAS. Mereka ingin kebutuhan gizi anak-anak dapat tercukupi, sehingga dapat tetap sehat secara jasmani.

“Anak-anak semua harus sehat. Kedua, sehat. Ketiga, sehat. Kalau sehat insyaallah kegiatan belajar mengajarnya berjalan dengan baik,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersosialisasi dengan para siswa pada Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di SDN Kedaung Kali Angke, Jakarta, Jumat (5/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

PMTAS diberikan setiap hari sekolah yakni Senin hingga Jumat. Mereka dapat menyantap berbagai macam varian menu dengan harga paket makanan senilai Rp 10.800/anak.

Untuk tahun 2019 saja, Pemprov DKI telah menggelontorkan dana Rp 324 miliar untuk program PMTAS. Pemberian ini juga tersebar di 459 sekolah dari 53 kelurahan di Jakarta yang telah menerima PMTAS 2019. Rinciannya adalah 75 TK dan TPAN, 375 SDN, dan 9 SLBN.

Penyebarannya yakni 26 sekolah di Jakarta Utara wilayah 1, 28 sekolah di Jakut wilayah 2, 99 sekolah di Jakarta Barat wilayah 1, 35 sekolah di Jakbar wilayah 2. Lalu juga 19 sekolah di Jakarta Pusat wilayah 1, 22 sekolah di Jakpus wilayah 2, 61 sekolah di Jakarta Timur wilayah 1, 32 sekolah di Jakarta Selatan wilayah 1, 29 sekolah di Jaksel wilayah 2, dan 2 sekolah di Kepulauan Seribu.

Sejumlah siswa sekolah dasar mengikuti program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok. Pemprov DKI

PMTAS ini juga diawasi dan didampingi oleh Dinas Kesehatan DKI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, sehingga memastikan tercapainya tujuan kecukupan asupan gizi anak-anak sekolah dasar.

“Saya cuma pesan belajar rajin, taat orang tua, taat guru. Jangan lupa berdoa, pesannya yang baik, taat pada orang tua. Insyaallah sekolah ini makin maju, guru-gurunya diberikan kesehatan,” ujar Anies.

Apa saja ragam jenis makanan yang disediakan untuk PMTAS?

Tentunya, siswa-siswi ini bisa menikmati varian makanan yang disediakan program PMTAS. Setidaknya, ada 29 varian menu yang disajikan.

Nantinya, tiap sekolah atau komitenya bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan mereka dalam menyediakan paket menu tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di sekolah. Foto: Dok. Pemprov DKI

Sebut saja paket nasi goreng dengan telor ceplok, susu UHT dan kroket, sayur sop daging, nagasari dan apel, roti dan jeruk, pisang dan telur rebus, sandwich isi telur dan buah duku, puding buah dan susu UHT, roti dan pisang, hingga jagung susu keju (jasuke) dan salak.

Lalu ada paket makanan berisi onde-onde kacang hijau dan susu UHT, lemper isi ayam dan buah lengkeng, pisang bakar keju, bubur ayam, kroket singkong isi sayur dan apel, martabak telur dan rambutan, cake wortel dan manggis, risoles isi sayuran dan sawo, puding buah dan jambu air, hingga ongol-ongol dan susu UHT.

Tak kalah menariknya, paket-paket ini juga menyediakan kue-kue tradisional seperti martabak manis, klepon, kue lumpur dan susu UHT, pizza ayam sayur, bacang daging wortel, nasi tim hati ayam dengan wortel dan bayam, kue mangkok, sup makaroni, hingga muffin dengan susu UHT.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama sejumlah siswa saat meninjau Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) di SDN Kedaung Kali Angke, Jakarta, Jumat (5/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Untuk ke depannya, program PMTAS ini bisa diperluas ke seluruh wilayah, khususnya di sekolah yang memiliki siswa-siswi kurang mampu.

"Diharapkan ada penambahan sekolah penerima PMTAS, terutama di sekolah yang banyak terdapat anak tidak mampu," ucap Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SD dan PKLK, Ida Nurbani.

"Selama ini, PMTAS diberikan berdasarkan data dari kelurahan yang rawan kemiskinan atau banyak terdapat warga yang tidak mampu. Sementara ada sekolah yang mendapat PMTAS tetapi peserta didik tersebut datang dari keluarga mampu," tutupnya.

Lengkap dan bergizi, kan?