Tingkatkan Industri Senjata, Iran Produksi Rudal Balistik Hipersonik Lokal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rudal ditembakkan dari belakang truk selama uji coba dalam latihan militer di Teluk Oman, Iran, Rabu (17/6). Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Rudal ditembakkan dari belakang truk selama uji coba dalam latihan militer di Teluk Oman, Iran, Rabu (17/6). Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Iran semakin mengembangkan industri pertahanannya di tengah sanksi Barat dan unjuk rasa besar-besaran skala nasional yang masih berlangsung. Baru-baru ini, Teheran dikabarkan telah memproduksi rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri.

Mengutip informasi dari komandan angkatan udara dan luar angkasa Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Amir Ali Hajizadeh, media lokal Tasnim melaporkan, rudal tersebut adalah salah satu terobosan terbaru dalam industri persenjataan Iran.

“Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dapat bermanuver masuk dan keluar dari atmosfer. Rudal ini akan menargetkan sistem anti-rudal canggih musuh dan merupakan lompatan generasi besar di bidang rudal,” ungkap Hajizadeh, seperti dikutip dari Reuters.

Rudal balistik dengan jangkauan 280 km atau 175 mil itu ditembakkan dari kapal dan bagian belakang truk. Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Dalam situasi perang, rudal balisitik hipersonik dapat meluncur setidaknya lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan pada lintasan yang kompleks — membuatnya sulit untuk dicegat dan langsung terdeteksi.

Meski begitu, belum ada laporan yang menemukan adanya uji coba rudal balistik hipersonik tersebut.

Di sisi lain, para analis militer Barat memandang skeptis terkait kabar pembuatan rudal terbaru Iran. Mereka menilai, Teheran terkadang kerap melebih-lebihkan kemampuan senjatanya.

Menurut media pemerintah, pada pekan lalu Iran juga mengatakan telah melakukan uji coba Ghaem 100 — tiga tahap pertama kendaraan peluncuran ruang angkasa yang mampu menempatkan satelit seberat 80 kg di orbit 500 km dari permukaan bumi.