News
·
5 Mei 2021 17:35

Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Rehabilitasi Irigasi Tertier di Banyumas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Rehabilitasi Irigasi Tertier di Banyumas (303243)
Kementan melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tertier (RJIT) di Banyumas. Foto: Kementan RI
Kementan terus upaya meningkatkan produksi padi, salah satunya melalui Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tertier (RJIT). Upaya ini salah satunya dilaksanakan di wilayah Banyumas, tepatnya di Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara yang dikelola kelompok tani (Poktan) Tani Maju.
ADVERTISEMENT
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi pangan ini ditentukan lancarnya pasokan air irigasi yang berfungsi dengan baik.
“Dengan melajukan perbaikan dan peningkatan fungsi jaringan irigasi maka layanan irigasi ini diharapkan mampu menambah luas areal tanam, sehingga produktivitas pertanian pun meningkat," ujar SYL, Rabu (5/5).
Ia mengatakan, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai.
"Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani," ujar SYL.
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, program RJIT ini akan dilakukan di 32 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
Program RJIT diutamakan pada lokasi yang telah dilakukan SID pada tahun sebelumnya. Diutamakan pada daerah irigasi yang saluran primer dan sekundernya dalam kondisi baik. Tujuannya untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi sebesar 0,5.
"Kegiatan RJIT ini diarahkan pada jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan yang terhubung dengan jaringan utama (primer dan sekunder). Juga untuk yang memerlukan peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan layanan irigasi. Serta untuk jaringan irigasi desa," papar Sarwo Edhy.
Untuk kriteria lokasi, kegiatan RJIT dilaksanakan pada jaringan tersier di daerah irigasi sesuai kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota, dan irigasi pada tingkat desa yang memerlukan rehabilitasi atau peningkatan.
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kriteria lokasi. Di antaranya lokasi diutamakan pada jaringan irigasi yang tersiernya mengalami kerusakan dan/atau memerlukan peningkatan, jaringan irigasi primer dan sekunder dalam kondisi baik dengan sumber air yang tersedia dan dibuktikan dengan surat keterangan dari dinas/balai lingkup pengairan.
ADVERTISEMENT
"Selain itu, juga harus tersedia sumber air apabila berada pada jaringan irigasi desa, dan lokasi dilengkapi dengan koordinat (LU/LS-BT/BB)," pungkasnya.
Ketua Poktan Tani Maju Nur Biakno mengatakan, saluran RJIT ini ditargetkan 96 meter dan terealisasi 98 meter. Sementara dimensi saluran lebar atas 0,5 meter dan lebar bawah 0,4 meter.
"Kegiatan ini dikelola secara swadaya. Dampaknya luas layanan awal 30 Ha, setelah direhab menjadi 33 Ha. Sementara IP yang semula 250 meningkatkan jadi 300 dengan produktivitas 5,3 ton/Ha," jelasnya.