Tinjau Kali Cakung Lama, Pramono Targetkan Normalisasi Rampung 2028

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama rampung pada 2028. Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau kawasan Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (13/8).
“Kemudian harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai,” ujar Pramono kepada wartawan.
Pramono mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama menjadi salah satu dari tiga wilayah yang menjadi fokus normalisasi sungai di era kepemimpinannya. Dua wilayah lainnya yakni Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.
“Di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga dengan demikian ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi: yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Cakung Lama, yang ketiga adalah Krukut,” kata Pramono.
Menurutnya, normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan banjir, khususnya di Kecamatan Kelapa Gading dan Cilincing.
Pramono menyebut berdasarkan perhitungan, normalisasi tersebut diproyeksikan dapat mengurangi sekitar 20% banjir di kawasan tersebut. Sebab, setelah badan sungai dilebarkan dan dinormalisasi, aliran air diharapkan dapat lebih cepat menuju muara hingga ke laut.
“Tadi saya berdialog dengan masyarakat, mereka menyampaikan kalau dulu banjirnya itu bisa se paha, terutama di Kelapa Gading. Dan dari hasil kalkulasi perhitungan diharapkan bisa mengurangi 20% dari banjir yang ada di area ini,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustina Ningrum menjelaskan proses normalisasi Kali Cakung Lama saat ini masih berlangsung.
Untuk kegiatan yang ditargetkan sampai Maret 2027, panjang normalisasi mencapai sekitar 2,6 kilometer pada satu sisi. Jika dihitung pada kedua sisi sungai, panjangnya mencapai 5,2 kilometer.
“Saat ini baru terselesaikan kurang lebih satu kilo, jadi kami targetkan di Maret 2027, 2,6 kilo sudah diselesaikan Pak Gubernur,” kata Ika.
Ika mengatakan pembebasan lahan juga akan dilakukan pada bagian hilir Kali Cakung Lama. Menurutnya, pembebasan lahan di bagian tersebut penting karena menjadi jalur yang menentukan kelancaran aliran air menuju muara.
“Yang akan dibebaskan bukan segmen ini tapi hilirnya karena kalau hilirnya nggak dibebaskan ini sudah dilebarkan, tetap aja air nggak bisa mengalir,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyebut bagian di sekitar Kampung Begog, Cilincing, menjadi salah satu titik yang perlu segera ditangani karena menjadi bottleneck utama sebelum aliran Kali Cakung Lama menuju muara.
Pramono berharap penetapan lokasi (penlok) untuk pembebasan lahan di kawasan tersebut dapat segera ditandatangani pada bulan depan.
“Untuk Cakung Lama yang kita ada ini, mudah-mudahan bulan depan di ujung, Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara itu penloknya bisa segera saya tanda tangani,” tutur Pramono.
Pramono juga meminta proses pembebasan lahan dilakukan tanpa perantara atau middleman. Pemprov DKI, kata Pram, akan membuka posko untuk menampung persoalan warga terkait pembebasan lahan.
Lebih lanjut Ia mengatakan warga dapat menyampaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kepemilikan tanah maupun keluhan lainnya, melalui posko tersebut agar dapat dicatat dan ditindaklanjuti pemerintah.
“Supaya jangan ada middleman. Selalu kan dulu kalau pembebasan lahan begini-begini selalu ada calo, perantara, dan sebagainya,” kata Pramono.
Menurutnya, pola tersebut telah diterapkan dalam proses normalisasi Ciliwung. Pramono menilai mekanisme tersebut membantu pemerintah menangani persoalan warga secara langsung dalam proses pembebasan lahan.
Ia berharap normalisasi Cakung Lama, Krukut, dan Ciliwung dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
