Tinjau Sekolah Rakyat di Kalsel, Prabowo: Anak-Anak Sudah Mulai Senang Baca?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Terpadu 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Peninjauan ini dilakukan sekaligus meresmikan 166 Sekolah Rakyat.

Prabowo memasuki satu per satu ruangan yang ada di Sekolah Rakyat Terpadu 9 yang merupakan level SMA. Dia masuk ruang-ruang kelas sambil menyaksikan proses belajar mengajar.

Para siswa tampak mengenakan seragam setelan merah putih ala taruna militer.

Presiden Prabowo Subianto tinjau langsung Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Dok. Kemensos RI

Prabowo lalu melihat langsung perpustakaan yang ada di sekolah itu. Dia sempat melihat-lihat koleksi perpustakaan.

"Anak-anak sudah mulai senang baca?" tanya Prabowo.

"Alhamdulillah sudah," kata Kepala Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarmasin.

Presiden Prabowo Subianto tinjau langsung Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Dok. Kemensos RI

Prabowo lalu melanjutkan tinjauannya dengan melihat pertunjukan pentas seni dari para siswa Sekolah Rakyat.

Prabowo lalu menyaksikan kegiatan makan bergizi gratis (MBG) dari para siswa Sekolah Rakyat.

Dalam tinjauan ini turut hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menko PM Muhaimin Iskandar, Mensos Saifullah Yusuf, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sekilas Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat (SR) era Prabowo merupakan sebagai program pendidikan gratis untuk SD hingga SMA berbasis asrama yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Harapannya, SR mampu mengentaskan keluarga tak mampu dari kemiskinan.

Berbeda dengan sekolah umum, program SR ini dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan kementerian terkait lainnya.

Hingga awal 2026, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.