Tips Efektif Gunakan Oksimeter saat Isolasi Mandiri karena COVID-19

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Oxymeter. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Oxymeter. Foto: Shutterstock

Oksigen merupakan senyawa terpenting bagi kelangsungan hidup manusia, apalagi pada pasien COVID-19 yang sering dilaporkan mengalami penurunan saturasi oksigen dalam darahnya. Untuk itu, pengecekan saturasi oksigen sangat perlu untuk rutin dilakukan.

Oksimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah. Alat ini menggunakan satuan SpO2 dengan skala 0 sampai 100 persen.

Kadar oksigen dalam tubuh seseorang yang sehat mencapai 95 hingga 100 persen. Apabila berada di bawah angka tersebut, maka patut diwaspadai adanya perburukan kondisi pada pasien. Maka dari itu, saat ini para pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dianjurkan untuk memiliki alat tersebut sebagai bentuk pemantauan.

Alat ukur ini bisa didapatkan dengan harga berkisar 50 ribu sampai 200 ribu rupiah. Walau penggunaannya juga terbilang mudah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat menggunakannya.

embed from external kumparan

Berikut tips menggunakan oksimeter:

  • Saat ingin menggunakannya, seseorang harus dalam keadaan rileks atau tidak sehabis melakukan suatu kegiatan berat yang membuat kelelahan.

Hal ini juga akan sangat berpengaruh pada kesesuaian hasil yang terbaca di alat ukur.

  • Alat ini cukup sensitif terhadap panas karena menggunakan LED sebagai pengukur. Sebelum menggunakan, pastikan pasien tidak menggunakan kuteks atau tidak ada benda lain yang menghalangi kuku dan jari pasien.

  • Setelah kedua hal tersebut selanjutnya adalah menggunakan alat tersebut dengan menjepit salah satu jari tangan pada oksimeter.

Jari yang dianjurkan adalah jari tengah atau telunjuk. Setelah jari telah terpasang dengan benar, nyalakan alat ukur dan tunggu beberapa saat.

  • Alat ini dalam waktu kurang dari 10 detik sudah dapat menampilkan hasil. Namun, disarankan untuk menggunakannya lebih lama sekitar beberapa menit untuk hasil yang lebih stabil.

Pastikan juga jangan sampai tertukar dalam membaca hasil saturasi oksigen (Sp02) dan detak jantung per menit (PRbpm).

  • Karena alat ini difungsikan sebagai alat pemantau, maka ada baiknya digunakan sebanyak 2 sampai 3 kali sehari

  • Apabila hasil pada oksimeter menunjukkan angka di bawah 95, dan Anda mengalami sesak napas atau tidak, segera kunjungi fasilitas rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.