Tips Memelihara Kucing: Jangan Kasih Ikan Asin dan Kawin Muda

Siapa yang tidak suka kucing? Binatang berbulu nan imut yang konon bisa membantu mengobati stres dan depresi ini memang menjadi kesayangan banyak orang.
Namun banyak yang enggan memeliharanya karena khawatir ribet. Padahal menurut Komunitas Pecinta Kucing Jakarta (KPKJ) yang Minggu (15/1) mengadakan gathering di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memelihara binatang lucu ini sangatlah mudah asal memperhatikan sejumlah panduan.
Berikut ini 7 tips yang diberikan Lucky Herawati Kusumawardhani, admin KPKJ, buat kamu yang ingin memelihara kucing dengan baik:
1. Utamakan Kebersihan
Kebersihan lingkungan dan kucing harus terus dijaga. Bersihkan tempat makan dan temoat tidur kucing secara rutin agar tidak menjadi sarang penyakit dan jamur.
2. Perhatikan Makanannya
Jika baru mengadopsi kucing, jangan lupa siapkan pakan khusus kucing. Jangan berikan makanan lain dulu karena belum jelas berapa kalori yang dibutuhkan.
"Jangan beri nasi dan ikan asin. Ikan asin dan makanan bergaram lain bisa menyebabkan bulu rontok. Sedangkan nasi, kucing tidak membutuhkan karbohidrat sebanyak itu. Efeknya baru terasa satu-dua tahun kemudian. Kucing mudah sakit," ujar Lucky.
3. Sediakan Liter Box
Liter box atau wadah untuk pup adalah salah satu aksesoris wajib buat kamu yang ingin memelihara kucing. Jumlah liter box yang harus disediakan harus sesuai jumlah kucing plus satu.
Jadi, jika punya tiga ekor kucing, maka liter box yang harus disediakan adalah empat.
Pasir yang digunakan pada liter box paling tidak mengisi setengah dari boksnya. Hal ini dimaksudkan agar pup si kucing tidak tembus hingga ke dasar liter box.

4. Rutin Lakukan Grooming
Grooming atau pembersihan menyeluruh minimal dilakukan satu minggu sekali. Grooming bisa terbagi menjadi dua jenis, basah dan kering. Namun, yang umum dilakukan di Indonesia dan negara tropis lainnya adalah grooming basah.
Grooming dilakukan dengan cara memandikan kucing lalu mengeringkannya dengan hair dryer atau blower. Jangan lupa potong kuku dan bersihkan telinganya juga.
Selain itu, membersihkan gigi menggunakan sikat dan odol juga menjadi agenda wajib saat grooming. Jika tidak ada odol dan sikat khusus, bisa menggunakan sikat dan odol untuk anak-anak.
"Kucing kan selalu makan wet food. Khawatirnya lama-lama akan menjadi karang gigi dan membuat gigi atau taringnya mudah patah," imbuh Lucky.
5. Berikan Vaksin Rutin
Vaksin memang tidak bisa 100 persen menghalau penyakit kucing. Namun, untuk penyakit yang ditimbulkan oleh virus, vaksin mampu membalik kemungkinan kematian dari 90 persen menjadi 10 persen saja.
Vaksinasi wajib diberikan satu tahun sekali. Untuk kucing yang baru pertama kali melakukan vaksinasi, di tahun pertama vaksin diberikan dua kali dengan jeda satu bulan.
6. Sterilisasi Jika Dibutuhkan
Steriliasi kucing adalah hal penting jika kita ingin menekan angka kelahiran. Dalam tiga bulan, kucing bisa melahirkan hingga enam ekor anak. Jika tidak dilakukan sterilisasi, tentu populasi kucing akan membengkak dan menyulitkan kita dalam memelihara.
Selain menekan populasi, sterilisasi juga sangat baik untuk menjaga organ reproduksi agar tetap sehat. Hormon yang merangsang birahi akan ditekan sehingga kucing menjadi lebih jinak. Sterilisasi juga mampu mengurangi kemungkinan tumor dan kanker payudara, rahim dan testis pada kucing serta penyakit reproduksi lainnya.
7. Jangan Kawinkan Kucing Muda
Jangan mengawinkan kucing betina yang berusia di bawah satu tahun. Kucing berusia 1 tahun ke bawah secara fisik rahimnya belum cukup kuat sehingga kemungkinan keguguran atau penyakit lainnya lebih tinggi.
Selain itu, secara psikologis, juga belum memiliki sifat keibuan. Dikhawatirkan mereka tidak akan mampu mengurus anaknya ketika lahir.
Bagikan foto atau video pendek hewan kesayanganmu yang lucu dan imut ke redaksi@kumparan.com.
