Tips Memotong Daging Kurban dengan Benar dan Halal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses sembelih daging kurban di LDII Bali, Denpasar, Sabtu (11/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proses sembelih daging kurban di LDII Bali, Denpasar, Sabtu (11/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Memotong kurban saat Idul Adha ada tekniknya. Tak bisa asal main potong saja. Karena itu IPB University berbagi tips saat memotong kurban.

Seperti dalam siaran pers IPB University, Senin (19/7), dalam diskusi yang digelar Agrianita IPB University dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University, menurut Drh Supratikno ada empat teknik penyembelihan agar hasil daging sembelihannya tetap halal.

(1) Kecepatan ayunan dan tekanan pisau menjadi kunci.

(2) Harus cepat. Sekali ayun dan memotong enam saluran yaitu trakhea, esofagus, vena jugularis dan arteri carotis comunis kanan dan kiri.

(3) Penyembelihan dilakukan tepat di bawah dagu pada tulang leher.

(4) Darah harus keluar cepat, deras dan tuntas

Supratikno juga menyarankan, ketika hewan telah mati, agar memeriksa organ mata, napas, dan aliran darah.

Menurutnya, hewan dikatakan mati ketika semuanya sudah berhenti, napasnya sudah hilang, aliran darahnya sudah berhenti dan matanya sudah tidak kedip.

“Melakukan ritual yang tidak ada tuntunan syariat dapat memperlama proses dan membuat hewan stres, sehingga harus dihindari,” ujar Supratikno yang juga Kepala Divisi Penyembelihan Halal Science Center (HSC) IPB University.

Sementara itu, Dosen FKH IPB, Dr drh Denny Widaya Lukman menambahkan terkait pengelolaan daging kurban, agar daging kurban sudah diedarkan dan diterima oleh penerima daging kurban kurang dari enam jam sejak hewan dipotong.

“Jika hewan disembelih jam sembilan pagi maka daging sudah harus diterima paling lambat jam tiga sore. Perlu dipahami bahwa daging itu boleh dicuci jika kotor,” tuturnya.

Selain itu, dalam proses penyimpanan daging di kulkas, pada saat daging dicairkan (thawing) maka sering muncul cairan berwarna merah.

Menurutnya, itu bukanlah darah. Cairan tersebut adalah drips atau cairan dari daging yang mengandung protein, vitamin dan lain-lain.

“Jangan bekukan berkali-kali, maksimal dua kali pembekuan,” tambahnya.