Tips Menghindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gunung Lawu. (Foto: Wikimedia Commons/Ahmad Afif)
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Lawu. (Foto: Wikimedia Commons/Ahmad Afif)

Sebelas orang pendaki tersambar petir di kawasan Gunung Prau, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (23/4). Dari jumlah tersebut, 3 orang meninggal dunia, sementara 8 lainnya mengalami luka-luka.

Setelah insiden tersebut, jalur pendakian Gunung Prau ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Ilustrasi pendaki gunung (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendaki gunung (Foto: thinkstock)

Mendaki gunung memang menjadi sebuah aktivitas yang penuh akan risiko. Cuaca buruk menjadi salah satu faktor yang membahayakan saat pendakian. Menurut Ketua Umum Wanadri, Andi Angga, cuaca buruk, seperti hujan dan petir dapat terjadi secara tiba-tiba ketika pendakian berlangsung.

"Petir itu bisa terjadi kapan saja. Dalam suasana terang lalu tiba-tiba ada petir pun sering. Anggota kita ada yang pernah kejadian (tersambar petir) seperti itu," kata Andi saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Senin (24/4).

Mendaki gunung saat musim hujan sangat tidak disarankan. Untuk itu, sebelum naik ke atas menuju puncak, para pendaki wajib memastikan dan memprediksi kondisi serta cuaca di gunung tujuan.

"Memang untuk mengetahui kondisi lingkungan pasti atau cuaca di atas itu butuh jam terbang atau pengalaman, tapi itu harus ditanyakan," ujar Andi.

Baca : Tiga Pendaki Meninggal Tersambar Petir di Gunung Prau Wonosobo

Ilustrasi petir di gunung  (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petir di gunung (Foto: Pixabay)

Cuaca di gunung yang tak dapat ditebak, membuat semua pendaki harus waspada jika suatu saat hujan ataupun petir melanda saat pendakian. kumparan merangkum dari berbagai sumber, tentang sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghindari sambaran petir ketika mendaki.

1. Hindari berlindung di bawah pohon Petir akan menyambar objek tertinggi di suatu wilayah, tak terkecuali pohon. Ketika petir menyambar pohon, aliran listrik dari sambaran petir akan mengalir ke tanah. Hal tersebut dapat membahayakan manusia yang berada di bawahnya.

2. Hindari padang rumput Jangan berada di padang rumput yang luas, puncak, atau punggungan gunung yang terbuka. Sebisa mungkin carilah tempat dan dirikan tenda di celah-celah tebing.

3. Matikan peralatan komunikasi Matikan segala peralatan elektronik yang mampu memancarkan ataupun menerima gelombang, seperti telepon genggam, handy talky (HT), GPS, ataupun radio. Gelombang pada peralatan komunikasi tersebut akan memancing petir untuk mengalirkan sambarannya ke benda - benda tersebut.

4. Melepaskan peralatan berbahan metal Bahan metal berbahaya karena bisa menghantarkan listrik sekaligus mampu menangkap kilat.

5. Buatlah jarak antar tiap anggota di dalam grup pendakian Jika berada dalam grup pendakian, jangan terlalu berdekatan. Buatlah sedikit jarak, agar jika salah seorang tersambar petir, maka sambaran petir tidak akan mengenai anggota rombongan lainnya, sehingga anggota rombongan yang selamat dapat memberikan pertolongan.

Baca : BNPB: Sebaiknya Tunda Pendakian Gunung Selama Musim Pancaroba