Tips Naik Taksi di Makkah, Ini yang Perlu Dilakukan Jemaah Haji RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi taksi Jepang. Foto: ImagingL/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi taksi Jepang. Foto: ImagingL/Shutterstock

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan bus Shalawat yang melayani jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram, dan sebaliknya. Namun, tidak menutup kemungkinan ada jemaah yang ingin naik taksi saat di Makkah.

Kabid Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Harun Alrasyid memberikan tips agar tetap aman selama naik taksi di Tanah Suci.

“Kami sarankan agar jemaah itu tidak sendiri baik laki-laki maupun perempuan, harus ada pendamping. Apalagi yang lansia atau sudah sepuh harus kita dampingi,” ujar Harun di Makkah, Kamis (22/5).

Kabid Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Harun Alrasyid. Foto: Dok. MCH 2025

Kalau yang akan menggunakan taksi itu pasangan suami dan istri, Harun mengatakan saat masuk ke dalam taksi harus laki-laki terlebih dahulu. Setelah itu baru perempuan yang naik.

“Kemudian setelah taksi itu berjalan sampai di tujuan maka yang turun duluan istrinya, baru setelah itu suaminya (turun dari taksi),” terang Harun.

Sejumlah bus Shalawat terparkir di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (20/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Harun menegaskan langkah tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama masa musim haji 2025.

“Hal ini bisa dipedomani oleh seluruh jemaah agar dalam berkendaraan melakukan transportasi di sini dapat merasakan rasa aman dan nyaman tentunya,” tutur Harun.