Titah Kapolri: Minta Jajaran Raih Kepercayaan Publik; Kasus Sambo Harus Dibuka
ยทwaktu baca 4 menit

Institusi Polri tengah disorot publik karena kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan penetapan tersangka eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Kasus ini dinilai telah mempengaruhi tren kepercayaan publik terhadap Polri.
Atas hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendesak seluruh jajaran agar kembali meraih kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Instruksi ini disampaikan Sigit saat video conference bersama seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia, Kamis (18/8).
Lantas apa saja arahan dari Kapolri terhadap jajarannya?
Raih Lagi Kepercayaan Publik
Salah satu fokus utama dari instruksi Sigit terhadap jajarannya adalah kepercayaan publik terhadap Polri yang harus kembali dipulihkan, sebab berkaitan dengan marwah Polri sebagai lembaga penegak hukum dan pelindung masyarakat.
"Ini terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan ini menjadi pertaruhan kita bersama. Oleh karena itu, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti," kata Sigit mengawali pengarahannya.
Menurut Sigit, sebelum adanya peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua, sekitar Desember hingga Juli, beberapa lembaga survei merilis meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Namun adanya peristiwa Duren Tiga, lanjut Sigit, tren positif soal kepercayaan publik tersebut langsung mengalami penurunan.
Akan tetapi, penurunan itu disebut tak berlangsung lama. Sebab setelah Polri menunjukkan komitmennya dan mengikuti arahan Presiden Jokowi agar mengusut kasus itu secara tuntas, tren kepercayaan publik kembali meningkat.
"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kita laksanakan terkait dengan kasus tersebut dan ini adalah pertaruhan Institusi Polri, pertaruhan marwah kita sehingga harapan kita angka 78 itu minimal sama atau naik karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta," ungkap Sigit.
Ancam Copot Kapolda Jika Tak Mampu Tindak kejahatan, Termasuk Judi Online
Sigit menegaskan kepada semua jajaran untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Apabila tak mampu maka ancaman pencopotan siap menanti.
"Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), ilegal mining, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat," kata Sigit.
Sigit kemudian menyinggung masalah kasus perjudian yang saat ini mulai diusut oleh Polri. Ia memerintahkan seluruh jajaran untuk menindak seluruh tindak judi baik online maupun langsung.
"Saya ulangi, yang namanya perjudian apakah itu judi darat, judi online, dan berbagai macam bentuk pelanggaran tindak pidana lainnya harus ditindak," tegas dia.
Sigit kemudian memberikan warning kepada seluruh jajarannya. Ia memastikan, akan mencopot pejabat Polri jika tidak menjalankan instruksi ini.
"Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot, saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda saya copot," kata Sigit.
Kapolri Pastikan Perkembangan Kasus Sambo Terus Dibuka
Sigit menekankan kasus pembunuhan Brigadir Yosua harus dibuka, dan tak ada yang ditutup-tutupi. Menurut Sigit, hal ini juga sesuai arahan Presiden Jokowi.
"Tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kita," jelas Sigit.
Sigit sejak awal memang menunjukkan komitmennya dalam mengusut kasus tewasnya Brigadir Yosua. Komitmen itu dapat dilihat dari mulai dari pembentukan tim khusus, penonaktifan beberapa anggota dari jabatan sebelumnya, mengusut dugaan pelanggaran kode etik, hingga menetapkan tersangka pada kasus itu.
Dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua, Polri telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka yakni Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka RR alias Ricky Rizal, KM alias Kuat Ma'ruf, serta Irjen Pol Ferdy Sambo, dan yang terbaru adalah istri Sambo, Putri Candrawathi.
Berantas Judi Online
Ancaman pencopotan yang diberikan Sigit kepada seluruh Kapolres hingga Kapolda termasuk bagi mereka yang tak mampu memberantas judi online.
"Mulai dari beberapa waktu lalu, saya sudah perintahkan yang namanya perjudian, saya ulangi yang namanya perjudian apa pun bentuknya apakah itu darat, apakah itu online semua itu harus di tindak," ucap Sigit.
Sigit memang memberi perhatian khusus dalam pemberantasan judi online. Sejumlah polda sudah bergerak menindak para pelaku dan operator judi online.
Meski fokus pada penindakan judi online, Sigit mengimbau jajarannya untuk tak mengabaikan penindakan terhadap kejahatan lainnya.
