Titiek soal Soeharto Calon Pahlawan Nasional: Semoga Prabowo Bisa Realisasikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota DPR Titiek Soeharto (kiri) tiba di gedung Nusantara menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPR Titiek Soeharto (kiri) tiba di gedung Nusantara menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto bersyukur nama ayahnya, Presiden ke-2 RI Soeharto, diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional tahun ini.

Titiek berharap Presiden Prabowo Subianto bisa merealisasikan usulan Soeharto jadi pahlawan nasional.

"Alhamdulillah, bersyukur. Mudah-mudahan betul, mudah-mudahan terealisasi, karena sudah dari puluhan tahun yang lalu, 18 tahun yang lalu dibilang bahwa Pak Harto mau jadi (pahlawan), malahan belum-belum (terealisasi)," kata Titiek saat kunjungan kerja sebagai Ketua Komisi IV DPR RI di Pantai Saba, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (27/10).

"Mudah-mudahan tahun ini di bawah kepemimpinan Presiden Pak Prabowo bisa terealisasi," tambah dia.

kumparan post embed

Titiek tak mempermasalahkan adanya pro dan kontra soal wacana pemberian gelar terhadap ayahnya. Sebab, ia meyakini lebih banyak masyarakat banyak yang mencintai Soeharto.

"Ah, yang pro pasti lebih banyak daripada yang kontra. Saya rasa masyarakat menerima, lebih banyak masyarakat yang mencintai Pak Harto daripada yang tidak," ujarnya.

Mantan Presiden Indonesia Soeharto dikediamannya, di Jakarta, 8 Maret 2000. Foto: Agus Lolong/AFP

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyerahkan daftar 40 nama calon pahlawan nasional tahun 2025 kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Dari puluhan nama yang diusulkan, terdapat beberapa tokoh nasional seperti Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hingga aktivis buruh Marsinah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pengusulan nama-nama tersebut merupakan hasil kajian panjang tim penelitian dan pengkajian gelar pahlawan tingkat pusat yang melibatkan berbagai daerah.

Seluruh nama tersebut telah disetujui oleh masing-masing gubernur sebelum dibawa ke tingkat pusat.