Titiek Ungkap Ada 1 Fraksi di DPR Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibunda Guru Indonesia yang juga Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, berkunjung ke SDN Pujokusuman 1, Kota Yogyakarta cek pelaksanaan MBG, Selasa (7/10/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ibunda Guru Indonesia yang juga Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, berkunjung ke SDN Pujokusuman 1, Kota Yogyakarta cek pelaksanaan MBG, Selasa (7/10/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Putri Presiden ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, kembali bicara terkait usulan agar ayahnya diberikan gelar pahlawan nasional.

Titiek mengatakan, dirinya dan keluarga menyambut baik dan bersyukur atas usulan ini.

“Alhamdulilah kami bersyukur semakin menguatnya dukungan masyarakat terhadap pemberian gelar pahlawan nasional,” kata Titiek saat meninjau dapur SPPG Polres Karanganyar, Jumat (7/11).

Soeharto, keluar dari rumah sakit "Harapan Kita" Jakarta pada 17 Juni 2000. Foto: Muhammad/AFP

Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan, keluarga besar Cendana selalu berdoa agar segala jasa dan pengabdian Soeharto bagi bangsa Indonesia mendapat penghargaan yang layak dari negara.

“Saya menyempatkan melakukan ziarah ke makam almarhum Presiden Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, dengan harapan itu,” kata Titiek.

video from internal kumparan

1 Fraksi DPR Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Politikus Gerindra ini menuturkan, di tingkat legislatif, hampir seluruh Fraksi di DPR mendukung penuh usulan ini. Total ada 8 Fraksi DPR yakni PDIP, PKB, Gerindra, NasDem, PAN, Golkar, Demokrat dan PKS.

“Kalau dibahas sudah. Semua fraksi-fraksi sudah setuju," kata Titiek.

Meski begitu, Titiek menyebut ada satu fraksi yang menolak usulan Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. Namun ia tidak menyebut fraksi yang dimaksud.

"Kecuali mungkin satu fraksi,” kata Titiek.

Menurut Titiek, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah.

“Kami serahkan semua pada pemerintah. Keluarga hanya bisa mendoakan dan bersyukur atas dukungan masyarakat,” pungkasnya.