Titik Banjir Bandang Flores Timur di Pulau Adonara, Distribusi Bantuan Terhambat

Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Flores Timur, NTT, pada Minggu (4/4) dini hari. Tercatat ada empat kecamatan dan tujuh desa terdampak.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Raditya Jati, mengatakan lokasi bencana ada di Pulau Adonara. Sehingga proses evakuasi dan pendistribusian logistik mengalami kendala.
"Akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Kemudian hujan, angin dan gelombang membuat pelayaran tidak diperbolehkan," kata Raditya dalam keterangannya.
Raditya menambahkan, hingga pukul 17.30 WIB tercatat 41 orang meninggal dunia. Sebelumnya disebut jumlah korban meninggal mencapai 44 orang.
"Data yang dihimpun saat ini 41 meninggal dunia, sembilan luka-luka, 27 hilang dan 49 kepala keluarga terdampak. Sekali lagi data ini masih bersifat dinamis karena kita masih koordinasi dengan daerah. Jadi ini data per 17.30 WIB," ucap dia.
Raditya kemudian memberikan rincian lokasi para korban. Ia menyebut korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng yakni 35 orang meninggal dunia, lima luka-luka, 19 hilang dan 9 KK atau 20 jiwa terdampak.
"Di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat tiga warga meninggal dunia dan empat terluka serta tujuh warga masih hilang," kata Raditya.
Terakhir di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, dilaporkan sebanyak tiga warga meninggal dunia dan satu orang hilang. Lalu ada 40 KK terdampak.
Lebih lanjut, Raditya mengatakan BNPB sudah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dan dukungan logistik akan segera dikirimkan ke lokasi terdampak.
"Dukungan logistik yang telah didorong menuju lokasi bencana antara lain makanan siap saji 1.002 paket, lauk pauk 1.002 paket, makanan tambah gizi 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, rapid test antigen 10.000 test, masker kain 1.000 buah dan masker medis 1.000 buah," tutup dia.
