Tito Sebut Ada 5 Kepala Daerah Mengundurkan Diri karena Maju Pilkada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara pelantikan Pj Gubernur Sumut, Sumsel dan NTB di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara pelantikan Pj Gubernur Sumut, Sumsel dan NTB di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyebutkan ada lima Kepala Daerah yang mengundurkan diri karena maju di Pilkada 2024. Namun Tito tidak menjelaskan rinci siapa-siapa saja yang mundur untuk maju di Pilkada.

"Saya lupa namanya tapi sudah ada 5 (Kepala Daerah yang mundur)," ujar Tito kepada wartawan usai pelantikan 3 Pj Gubernur di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Menurutnya, jika sudah menjalani tugasnya sebagai Pj Gubernur atau Kepala Daerah, mereka diperbolehkan untuk maju di Pilkada 2024. Salah satu yang disebut mundur yakni Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

"Kalau sudah selesai Pj, ya, boleh namanya mau cari tiket, usahakan tiket kendaraan politik. Sudah ada 5 setahu saya, di antaranya Wali Kota Palembang Pak Ratu Dewa yang mengundurkan diri secara resmi," ucap Tito.

"Walaupun saya kasih deadline 17 Juli, tapi mereka duluan karena ingin ada waktu yang lebih leluasa untuk membangun komunikasi dan parpol untuk dukungan," tambahnya.

Lebih lanjut, pada level provinsi, Tito menyebut juga ada eks Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi yang mengundurkan diri untuk maju di Pilgub NTB. Sedangkan 5 lainnya merupakan jabatan Wali Kota dan Bupati.

"Level Provinsi baru 1 beliau. (Sedangkan kelima lainnya) Wali Kota dan Bupati, iya, tapi nanti tanggal 17 kita tahu pastinya berapa banyak," pungkasnya.