Tivoli, Taman Hiburan 117 Tahun yang Jadi Inspirasi Disneyland

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tivoli, Denmark. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tivoli, Denmark. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan

Kalau kamu berkesempatan untuk berkunjung ke Kopenhagen, Denmark jangan lupa untuk mampir ke Tivoli Gardens.

Tivoli adalah sebuah taman hiburan layaknya Dunia Fantasi, Disneyland, dan Legoland. Yang membedakan Tivoli dengan taman hiburan lainnya adalah umurnya yang sudah tua, bukan 50 tahun dan bukan 100 tahun. Melainkan 177 tahun.

Tivoli, Denmark. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan

Tua sekali, bukan? Tivoli sudah berdiri di ibu kota Denmark tersebut sejak 15 Agustus 1843. Tempat ini adalah taman hiburan tertua ke dua di dunia yang masih beroperasi sampai sekarang.

Menjadi salah satu taman hiburan pertama di dunia tentu menjadikan Tivoli sebagai inspirasi bagi banyak orang. Walt Disney misalnya, diketahui beberapa kali mengunjungi Tivoli sebelum ia membuka Disneyland pada 1955.

embed from external kumparan

Disney mengatakan kepada istrinya, “seperti inilah seharusnya taman hiburan”. Pendiri Tivoli, George Carstensen berkomentar tentang Tivoli pada 1844, “Tivoli tidak akan pernah selesai.”

Satu abad kemudian, Walt Disney mengomentari hal yang serupa tentang Disneyland-nya, “Disneyland tidak akan pernah selesai. Disneyland akan terus berkembang selama masih ada imajinasi di dunia ini.”

Tivoli, Denmark. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan

Hans Christian Andersen yang karya-karya populernya antara lain dongeng Putri Duyung dan Itik Buruk Rupa juga terinspirasi oleh Tivoli. Dongeng Nightingale buatannya akan terasa ketika kamu berjalan-jalan di Tivoli. Pada 1964, The Beatles pernah tampil di Tivoli. Sementara Michael Jackson pernah ingin membeli Tivoli.

Selama 176 tahun berdiri, Tivoli tentu tidak selalu sama rupanya. Wahana yang tua harus diperbaharui. Beberapa bagian juga hancur dan dibangun kembali karena perang. Meskipun begitu, Tivoli terus berevolusi tanpa kehilangan karisma yang sudah ada sejak pertama kali dibangun.

Tivoli memiliki sebuah teater, panggung pertunjukan musik, restauran, kafe, taman bunga, dan tentu saja banyak wahana bermain seperti komidi putar dan roller coaster.

Tivoli, Denmark. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan

Ada tiga puluh wahana bermain di Tivoli dan empat di antaranya adalah roller coaster. Salah satu yang paling terkenal adalah Rutschebanen yang berarti roller coaster gunung. Rutschebanen adalah salah satu roller coaster tertua di dunia yang terbuat dari kayu dan masih beroperasi sampai sekarang.

Ketika matahari terbenam, taman ini masih terus beraksi. Lampu-lampu berwarna-warni akan menghias Tivoli dengan indahnya. Bahkan ada kembang api dalam beberapa acara spesial. Sementara untuk memanjakan telingamu, Tivoli memiliki orkestra dan komposer khusus yang membuat banyak lagu spesial untuk Tivoli seperti “Saut to the Ticket Holders of Tivoli, “Carnival Joys”, dan “A festive Night at Tivoli.”

Tivoli sangat mudah diakses karena letaknya yang tepat di pusat kota dan di sebelah stasiun kereta utama Kopenhagen. Namun, Tivoli tidak dibuka sepanjang tahun terutama saat Denmark sedang dingin-dinginnya. Tivoli hanya buka pada musim semi dan musim panas mulai dari bulan April sampai September, dan pada saat musim Halloween dan Natal.

Denmark memang salah satu negara yang ahli dalam membuat taman hiburan. Taman hiburan tertua di dunia juga terletak di Denmark, yaitu Dyrehavsbakken yang dibuka sudah ada 1583. Sementara Legoland pertama di dunia juga ada di negara ini. Tidak heran karena Lego adalah perusahaan milik negara Skandinavia tersebut.

Yuk, jalan-jalan ke Denmark setelah pandemi berakhir.

Penulis: Daniel Chrisendo