TKD DKI Dipotong Rp 15 T, Pram Pastikan Jakarta Tetap Jadi Kota Global
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, Jakarta tetap akan menjadi kota global meskipun dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas sebesar Rp 15 triliun.
Hal ini ia sampaikan Pramono di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan Inspektorat Daerah 2025 di Hotel Pullman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (9/10).
“Bapak Menteri yang sungguh saya hormati, Jakarta saat ini tengah bertransformasi menjadi pusat perekonomian nasional sekaligus menjadi kota global,” ujar Pramono.
“Ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global walaupun DBH-nya (Dana Bagi Hasil) kemarin dipotong Rp 15 triliun,” lanjutnya.
Politikus PDIP ini menekankan, penguatan tata kelola pemerintahan menjadi fondasi utama dalam memastikan pembangunan Jakarta berjalan lancar, transparan, dan berkelanjutan.
“Dalam proses penguatan ini, tata kelola pemerintahan tentunya menjadi fondasi utama untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan lancar, transparan, dan berkelanjutan dengan indikator penting yang menjadi faktor penguatan,” ujarnya.
Menurut Pramono, sejumlah indikator penguatan yang terus digenjot antara lain peningkatan kapasitas riset dan inovasi, penyediaan ruang yang nyaman untuk dihuni, serta pengembangan pariwisata yang menarik bagi wisatawan.
“Jadi sekarang ini, Jakarta menjadi destinasi berbagai wisata termasuk wisata sport tourism yang ada di Jakarta,” ucap Pramono.
“Lingkungan yang bersifat nyaman dan berkelanjutan. Aksesibilitas yang terkoneksi antara wilayah,” pungkasnya.
Pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) untuk Jakarta menjadi Rp 11,15 triliun yang seharusnya Rp 26 triliun.
Akibat pemangkasan tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta turun dari Rp 95,35 triliun menjadi Rp 79,06 triliun.
