TKN Prabowo-Gibran Bantah Nepotisme: Suara Rakyat dan Suara Jokowi Sama
·waktu baca 1 menit

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid, kembali menyinggung soal nepotisme terkait Pilpres 2024. Menurutnya demokrasi ialah pestanya rakyat. Suara rakyat dan Presiden Jokowi setara.
"Ini adalah saatnya rakyat berpesta, saatnya rakyat menentukan pilihan masa depan Indonesia. Suaranya sama, suara Presiden Jokowi sama dengan suara tukang sapu, punya hak yang sama," ucap Nusron di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).
"Sehingga kalau dikatakan KKN, nepotisme, di mana nepotismenya? Wong Pak Jokowi gak bisa mengangkat presiden. Gak bisa mengangkat wakil presiden. Rakyat yang milih. Memang Pak Jokowi milih langsung jadi Presiden?" tambah dia.
Nusron menilai Pemilu 2024 adalah proses demokrasi silaturahmi. Tempatnya adu gagasan.
"Pokoknya intinya kan namanya kita proses demokrasi silaturahmi, menawarkan gagasan kepada siapa pun orang yang mempunyai pengaruh kepada rakyat, yang mempunyai ini adalah mandatnya rakyat," ujar Nusron.
Lebih jauh Nusron mengatakan Prabowo-Gibran merupakan pasangan hasil rekonsiliasi. Keduanya cermin dari persatuan dan gotong royong.
"Di sini ada semangat rekonsiliasi, yang sudah ya sudah, yuk kita bareng bersama. Di sini ada semangat persatuan, ada semangat kegotongroyongan. Kenapa? Ini dua kekuatan yang dulunya kita pikir kita satukan, Pak Jokowi dan Pak Prabowo," pungkas dia.
