TNI AD Telusuri Kekayaan Kopda Muslimin, Ratusan Juta Rupiah untuk Tembak Istri
ยทwaktu baca 2 menit

TNI AD bakal menelusuri sumber dana atau kekayaan yang dimiliki Kopda Muslimin, prajurit TNI di Semarang yang menjadi otak penembakan istrinya, Rina Wulandari (34).
Ia menginstruksikan pembunuh bayaran menghabisi istrinya dengan upah Rp 200 juta dan 1 mobil Toyota Yaris.
"Nanti fokuskan penyelidikan ke sana (penelusuran sumber kekayaan)," ujar Dandim 0733 Semarang Letkol Inf Honi Havana dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7).
Ia menegaskan bila terbukti bersalah prajurit TNI AD yang bertugas di Yonarhanud Semarang itu akan dipecat dari kesatuannya.
"Status tidak hadir tanpa izin. Kalau terbukti bersalah pasti dipecat," tegas Honi.
Sementara itu, Tim gabungan TNI-Polri masih berupaya memburu Kopda Muslimin. Ia melarikan diri dengan bekal uang sebesar Rp 90 juta.
Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, Kopda Muslimin ternyata menjanjikan upah Rp 200 juta dan 1 unit mobil Toyota Yaris kepada 4 pembunuh bayaran yang disewanya.
"Jadi selain Rp 120 juta itu kalau penembakan itu berhasil maka akan diberi bonus. Total (upah) Rp 200 juta tapi baru dikasih Rp 120 juta plus mobil Yaris (kalau berhasil). Ya total Rp 400 juta," ujar Iqbal kepada wartawan di Polres Semarang, Selasa (26/7).
Kopda Muslimin mengupah pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya karena persoalan asmara. Muslimin diyakini memiliki wanita lain.
Keempat pembunuh bayaran yang disewa Muslimin adalah Sugiono alias Babi (36), Ponco Aji (26), Yono alias Sirun (45), Agus Santoso (43). Mereka telah ditangkap polisi. Polisi juga menangkap satu orang penyedia senjata bernama Dwi Sulistiyo (37).
