TNI AD Telusuri Kekayaan Kopda Muslimin, Ratusan Juta Rupiah untuk Tembak Istri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro
zoom-in-whitePerbesar
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro

TNI AD bakal menelusuri sumber dana atau kekayaan yang dimiliki Kopda Muslimin, prajurit TNI di Semarang yang menjadi otak penembakan istrinya, Rina Wulandari (34).

Ia menginstruksikan pembunuh bayaran menghabisi istrinya dengan upah Rp 200 juta dan 1 mobil Toyota Yaris.

"Nanti fokuskan penyelidikan ke sana (penelusuran sumber kekayaan)," ujar Dandim 0733 Semarang Letkol Inf Honi Havana dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7).

Ia menegaskan bila terbukti bersalah prajurit TNI AD yang bertugas di Yonarhanud Semarang itu akan dipecat dari kesatuannya.

"Status tidak hadir tanpa izin. Kalau terbukti bersalah pasti dipecat," tegas Honi.

Tim Resmob Polrestabes Semarang menunjukkan sejumlah barang bukti berupa senjata api jenis pistol yang digunakan untuk percobaan pembunuhan berencana istri anggota TNI AD, di Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/7). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sementara itu, Tim gabungan TNI-Polri masih berupaya memburu Kopda Muslimin. Ia melarikan diri dengan bekal uang sebesar Rp 90 juta.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, Kopda Muslimin ternyata menjanjikan upah Rp 200 juta dan 1 unit mobil Toyota Yaris kepada 4 pembunuh bayaran yang disewanya.

"Jadi selain Rp 120 juta itu kalau penembakan itu berhasil maka akan diberi bonus. Total (upah) Rp 200 juta tapi baru dikasih Rp 120 juta plus mobil Yaris (kalau berhasil). Ya total Rp 400 juta," ujar Iqbal kepada wartawan di Polres Semarang, Selasa (26/7).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menjenguk Rina Wulandari (34) anggota Persit TNI AD yang menjadi korban penembakan di RSUP dr Kariadi Kota Semarang. Foto: TNI AD

Kopda Muslimin mengupah pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya karena persoalan asmara. Muslimin diyakini memiliki wanita lain.

Keempat pembunuh bayaran yang disewa Muslimin adalah Sugiono alias Babi (36), Ponco Aji (26), Yono alias Sirun (45), Agus Santoso (43). Mereka telah ditangkap polisi. Polisi juga menangkap satu orang penyedia senjata bernama Dwi Sulistiyo (37).