TNI AL Gelar Latihan Gabungan dengan Militer AS di Surabaya
·waktu baca 2 menit

TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer gabungan bertajuk Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) di Surabaya, Senin (1/11). Kegiatan ini akan berlangsung selama 11 hari.
Dikutip dari keterangan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, kegiatan ini merupakan program bilateral antara TNI AL dan Armada Ketujuh AS (The 7th Fleet), armada terbesar AL AS.
Tujuan utama dari latihan ini yaitu memperkuat kerja sama maritim Indonesia-AS dalam memastikan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
“CARAT Indonesia adalah wadah yang sempurna bagi AS dan Indonesia untuk mengatasi masalah keamanan maritim bersama, serta untuk memperluas kerja sama kami di Asia Tenggara,” ujar Komodor AL Destroyer Squadron (DESRON) 7 AS, Captain Tom Ogden.
Latihan ini akan berlangsung di Laut Jawa. Aset Angkatan Laut AS nantinya akan bergabung dengan aset milik TNI-AL.
Latihan gabungan ini akan mendorong kedua pasukan untuk bekerja sama dalam berbagai aktivitas, antara lain taktik divisi yang dirancang untuk meningkatkan komunikasi kedua kapal saat berlayar bersama dalam manuver yang kompleks.
Tak hanya itu, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah pelacakan.
Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasukan kedua negara dalam melacak dan mengejar target, melalui penyebaran kapal permukaan dan pesawat patroli maritim.
Berbagai kegiatan lainnya seperti latihan perang permukaan; latihan penyergapan, pemeriksaan, penggeledahan, dan penguasaan kapal (VBSS); hingga pertukaran personel teknisi Penjinak Alat Peledak (EOD) juga menjadi fokus latihan gabungan ini.
Adapun aset militer Angkatan Laut AS ini, mencakup kapal perang litoral varian Independence USS Jackson (LCS 18); helikopter MH-60S Seahawk dari Skuadron 23 Helicopter Sea Combat (HSC); kapal angkut cepat ekspedisi kelas Spearhead USNS Millinocket (T-EPF 3); dan pesawat P-8A Poseidon yang ditugaskan kepada Komandan, Gugus Tugas (CTF) 72.
Personel AS yang terlibat termasuk staf dari Armada Ketujuh, Pasukan Marinir Pasifik, CTF 72, CTF 73, CTF 75, CTF 76, DESRON 7, Grup Musik Armada Ketujuh AS, dan Kedutaan Besar AS di Jakarta.
CARAT sendiri merupakan latihan militer gabungan yang dicanangkan oleh AS dengan sejumlah negara anggota ASEAN. Indonesia telah bergabung dengan rangkaian latihan ini sejak 1995 silam.
CARAT pada tahun lalu terpaksa harus dibatalkan akibat COVID-19. Tahun ini, kegiatan latihan dilaksanakan dengan menerapkan langkah mitigasi keselamatan di tengah pandemi.
